|
QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
|
|
|
http://dekaes.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Senin, 16 Januari 2012 pukul 10:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Ambruknya jembatan di Kutai Kartanegara beberapa waktu yang lalu, mengingatkan saya akan kejadian terperosoknya beberapa mobil di depan kantor tempat saya bekerja, juga rusaknya beberapa infrastruktur jalan di ruas jalan yang biasa saya lalui tiap hari.
Korupsi dalam pembangunan jembatan di Kutai Kartanegara menjadi sorotan utama beberapa pihak. Disinyalir biaya yang digunakan untuk pembangunan jembatan tersebut hanya beberapa persen saja dari total anggaran, sehingga bahan yang digunakan tidak memenuhi standar.
Dari hasil investigasi, diketahui bahwa ambruknya jembatan di Kutai Kartanegara disebabkan beberapa faktor. Di antaranya akibat kesalahan saat proses perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan. Jembatan tersebut runtuh total pada 26 November 2011. (okezone.com)
Yang menjadi sorotan saya dalam kejadian tersebut adalah tindakan korupsi yang mungkin dilakukan. Jika benar bahan-bahan yang digunakan dalam pembangunan jembatan tersebut tidak sesuai standar yang ditentukan, maka sudah dipastikan terjadi korupsi.
Begitupun dengan kasus terperosoknya beberapa mobil dan rusaknya beberapa infrastruktur jalan seperti yang saya kemukakan di awal. Saya memperkirakan telah terjadi korupsi dalam proses pembangunannya. Belum lama infrastruktur tersebut digunakan, sudah banyak yang rusak.
Selain itu, kondisi infrastruktur sebelum diperbaiki, jauh lebih baik dan rapi. Tapi setelah diperbaiki, bukannya lebih rapi, tapi malah amburadul, terkesan asal-asalan, dan banyak yang rusak, bahkan rusaknya lebih parah, seperti terperosoknya beberapa mobil tersebut.
Saya hanya membatin jika melihat infrastruktur yang rusak tersebut. Sepertinya bahan-bahan yang digunakan tidak sesuai standar atau sesuai standar tapi takarannya dikurangi. Kalau memang benar demikian, berarti telah termasuk kategori mengurangi timbangan. Ah, semoga saja praduga saya salah.
"Penuhilah takaran dan jangan kamu menjadi orang yang suka mengurangi; dan timbanglah dengan jujur dan lurus, dan jangan mengurangi hak orang lain dan jangan kamu berbuat kerusakan di permukaan bumi." (QS. As-Syu'ara' : 181-183).
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.