Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Ukhuwah : Connecting People
22 September 2011 pukul 12:00 WIB
Berlalu Begitu Saja
30 Agustus 2011 pukul 14:00 WIB
Dua Sisi yang Berbeda
12 Juli 2011 pukul 10:00 WIB
Selalu ada Hikmah
6 Juli 2011 pukul 11:00 WIB
Bukan Pilihan Hati
19 Juni 2011 pukul 11:55 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 24 November 2011 pukul 10:00 WIB

Tumpangan Gratis

Penulis : Mujahid Alamaya

Seperti kita ketahui, hidup di kota besar selalu dikaitkan dengan materi. Mau ini dan itu harus mengeluarkan biaya, salah satunya adalah dalam menggunakan sarana transportasi publik. Dan saya termasuk salah satu pengguna transportasi publik. Jika menuju tempat kerja, saya bisa menggunakan Metro Mini atau Bis Kota dengan biaya beberapa ribu rupiah untuk pergi dan pulang. Untuk menghemat biaya, saya sering jalan kaki.

Suatu hari di tempat kerja, setelah saya pindah ruangan, salah seorang manajer di ruangan tersebut memerlukan bantuan saya untuk mengerjakan suatu hal di rumahnya. Sepulang dari rumahnya, ia mengantar saya pulang sampai jalan utama di mana saya tinggal, padahal saya sudah menolaknya.

Beberapa waktu kemudian, ia mengajak saya pulang bareng, mungkin karena sudah mengetahui di mana saya tinggal. Biasanya dalam perjalanan pulang, ia tidak melewati jalur di mana saya tinggal, tetapi lewat jalur lain. Semenjak itu, ia selalu pulang melewati jalur di mana saya tinggal dan bareng dengan saya. Karena saya selalu pulang bareng dengan teman, maka teman saya pun ikut pulang bareng. Teman saya tersebut tinggal satu kawasan dengan rumah sang manajer.

Sudah lebih dari 2 tahun kami mendapatkan tumpangan gratis dari sang manajer, walaupun kadang tidak tiap hari. Ketika kami pulang agak telat, ia selalu menunggu di parkiran sampai kami datang. Atau, ketika hari itu kami tidak bertemu, ia selalu menelepon satu di antara kami dan menanyakan apakah mau pulang bareng atau tidak. Begitu setiap hari.

Sesekali, beberapa rekan kerja yang lain turut serta dalam tumpangan gratis dari sang manajer. Jika jalur yang dituju rekan kerja tersebut tidak biasa kami lalui, maka sang manajer akan melewati jalur yang dituju rekan kerja tersebut walaupun harus memutar dalam jarak yang cukup jauh. Bahkan, teman saya yang tinggal satu kawasan dengan rumah sang manajer, selalu diantar sampai di dekat rumah teman saya itu, dan sang manajer harus memutar kembali untuk menuju ke rumahnya.

Saya jadi teringat dengan tausyiah Aa Gym yang intinya, "Kalau kita bepergian dengan menggunakan kendaraan dan di jalan ada orang lain yang berjalan kaki, kenapa tidak kita ajak untuk bareng dengan kita. Lalu bagaimana kalau menggunakan motor? Tidak ada salahnya kita selalu membawa helm 2. Jika niat kita karena Allah SWT, insya Allah sudah termasuk sedekah."

Semoga tumpangan gratis dari sang manajer untuk saya, teman saya, dan beberapa rekan kerja yang lain bernilai sedekah di mata Allah SWT.

"Terima kasih, pak."

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Nia | Guru
KotaSantri.com top dech. Artikelnya bagus-bagus banget, sangat menyentuh kalbuku sampe berurai air mata membacanya dan sarat dengan hikmah. Bukankah hikmah adalah milik para mukmin yang tercecer? So, buruan gabung.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1319 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels