QS. Al-'Ankabuut : 64 : "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui."
Alamat Akun
http://desmeli.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - DKI Jakarta
Pekerjaan
Karyawati
Tulisan Desmeli Lainnya
Jam 1 Malam
1 Mei 2011 pukul 08:30 WIB
Terima Kasih, Ya Allah
14 Oktober 2010 pukul 18:11 WIB
Hidup adalah ...
4 Agustus 2010 pukul 20:30 WIB
My Luv Never Die
15 Juli 2010 pukul 17:30 WIB
Karena Aku Wanita
28 Juni 2010 pukul 18:22 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 8 Mei 2011 pukul 08:25 WIB

Arti Sebuah Proses

Penulis : Desmeli

Ya, sepertinya bukan sebuah rahasia lagi kalau apapun kejadian yang ada di dunia ini membutuhkan sebuah proses.

Seperti jika ibu ingin memasak opor ayam. Untuk beli bahan masakan, ibu membutuhkan uang, maka dari itu ibu bekerja. Setelah mendapatkan uang, ibu beli bahan masakan ke pasar. Setelah mendapatkan bahan, baru ibu mulai memasak sehingga akhirnya menjadi opor ayam. Kita baru bisa menikmati opor ayam setelah ibu melewati proses yang begitu panjang.

Begitu juga dengan hijrahnya kita dari perilaku yang kurang baik menjadi seorang pribadi yang manis, tapi tetap NO BODY PERFECT!

Dulu, ketika aku putuskan untuk memakai jilbab, ada seorang dengan pandangan underestimate berburuk sangka terhadapku. Dia bilang, “Ah, kamu mana pantas pake jilbab. Shalatnya aja masih suka lalai. Orang pake jilbab itu orang yang sudah bisa shalat tepat waktu.”

Ya, benar, aku akui kalau shalatku masih suka lalai, tapi aku pakai jilbab semata-mata karena aku mempunyai niat untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dari kemarin-kemarin. Bukan karena aku ingin mendapat pujian atau ingin dipandang orang sebagai seorang yang ahli agama. Niatku Lillahi ta’ala untuk memperbaiki diri, titik!

Menjadi wanita akhir zaman yang mempunyai cita-cita menjadi shalehah, butuh proses bukan?!

Aku pernah melihat tayangan di TV swasta yang menayangkan statement om Gito Rollis, mantan salah satu Rocker Indonesia yang telah hijrah ke dunia yang lebih baik. Beliau bilang begini, “Aku pakai jubah dan kopiah setiap hari bukan karena aku ingin dipanggil ustadz atau kyai, aku hanya membentengi diriku untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dulu, aku suka nongkrong di pinggir jalan sambil minum-minuman terlarang. Dan sekarang, aku tidak ingin mengulanginya lagi. Nah, dengan memakai jubah dan kopiah ini, seandainya ketemu teman yang sedang nongkrong-nongkrong di jalan, mereka akan enggan mengajak aku untuk nongkrong sambil minum-minum seperti dulu, bahkan untuk sekedar ngobrol. Dalam masa proses menjadi manusia yang lebih baik, godaan syeitan akan lebih kuat.” Subhannallah.

Seorang penulis novel yang aku lupa namanya, juga menuliskan statement yang kira-kira tulisannya seperti ini, “Aku pakai jilbab bukan untuk dipandang orang sebagai ustadzah, hanya membentengi diri untuk menjadi manusia yang lebih baik. Gak mungkin kan aku pacaran pegangan tangan di depan umum sementara aku pakai jilbab? Malu dong dengan jilbab.”

Ya, aku setuju banget, untuk menjadi manusia yang lebih baik di mata Allah, membutuhkan proses yang panjang. Mungkin dimulai dengan membentengi diri sendiri lalu kemudian perlahan-lahan mengisi jiwa dengan segala amal kebaikan untuk menjadi manusia yang hampir mendekati sempurna di mata Allah. Insya Allah.

Seperti yang aku bilang di atas tadi, semua butuh proses. Opor ayam baru bisa kita nikmati setelah melewati proses yang panjang, tidak dengan bilang BIM SALABIM, maka jadilah opor ayam. Seorang bayi yang baru lahir satu hari dari rahim seorang ibu, langsung berdiri dan berjalan menuju ke komputer lalu menulis sebuah novel yang langsung sukses di pasaran. Dipaksa jutaan kali buat percaya juga, aku gak bakalan percaya.

Ketika seseorang mulai mempunyai niat untuk hijrah menjadi manusia yang lebih baik, mungkin ada pro dan kontra. Terima kasih untuk orang yang pro/mendukung niat baik kita, tetapi janganlah langsung menyerah dan langsung jatuh akibat perilaku serta pandangan yang buruk dari orang yang kontra ke kita. Cobalah menjadi seorang yang tuli untuk tidak mendengarkan kata-kata mereka demi terwujudnya niat kita menjadi manusia yang lebih baik. Tetaplah istiqamah dan selalu percaya bahwa Allah akan melindungi kita, karena toh niat kita juga baik, ingin mendekatkan diri kepada-Nya. Dan pada akhirnya, dengarlah teriakan-teriakan yang menyatakan YOU WIN! Allahu akbar.

Suka
yantie dan Nisya Anisya menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Desmeli sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Wuri Handayani | Mahasiswi
Tulisan teman-teman di KSC senantiasa selalu menjadi bahan inspirasi tarbiyah aku. Jazakillah khair.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1112 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels