|
HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya.
"
|





Kamis, 15 Juli 2010 pukul 17:30 WIB
Penulis : Desmeli
Kematian memang menyisakan kepedihan yang mendalam bagi orang yang ditinggalkannya, hanya saja tak ada seorang makhluk pun di dunia ini yang mampu melawan kehendak-Nya. Karena pada hakikatnya seluruh alam beserta isinya adalah kepunyaan-Nya, kita ditugaskan hanya untuk saling titip dan saling menjaga.
Aku jadi teringat ibuku, tak terasa sudah sepuluh tahun ibu tidak bersama kami. Ah, pedih rasanya jika teringat hal itu. Terkadang aku merasa Tuhan tidak adil, mengapa Ia begitu cepat memanggil ibuku sementara kami masih sangat membutuhkannya, apakah aku dan keluargaku telah membuat suatu kesalahan sehingga Tuhan murka dan mengambil sesuatu yang sangat kami cintai?
Akhirnya aku sadar, bahwa hidup bukanlah matematika yang jika 2 + 2 = 4 (jawabannya sudah pasti 4), tapi hidup adalah jawaban yang dinamis, misalkan amal + amal ≈ kebaikan (kebaikan versi kita seperti banyak rejeki, sukses dalam cita dan cinta, atau apapun yang disebut kebahagian dunia), bisa saja jawabannya adalah cobaan yang kebaikan di dalamnya hanya Allah yang tahu. Wallahu a’lam bishshawwab.
Aku ikhlas, tapi terkadang aku sedih jika teringat ibuku. Kebaikan, kasih sayang, tempat curhat, perlindungan yang aku merasa aman jika dekat dengannya, kini tak lagi bisa kurasakan. Terkadang aku suka cemburu pada teman-temanku yang sering bercerita tentang ibu mereka, dan aku hanya bisa tersenyum pahit. Bukan! Bukan karena aku benci mereka atau tak senang dengan kebahagian mereka, aku hanya cemburu karena kebahagian yang mereka miliki tidak akan aku miliki lagi sepanjang sisa hidupku.
Mudah-mudahan di balik ini semua ini, ada hikmah yang bisa aku petik. Aku gak yakin jika masih ada ibu, aku bisa sekuat ini menghadapi persoalan-persoalan hidup yang datang silih berganti, seolah-olah enggan berhenti!
Tuhan, jika engkau tak mengizinkan aku bahagia dengan kau ambilnya ibuku, maka biarkan aku bahagia dengan kau berikan “ibu-ibu” yang lain untukku. Tuhan, Engkau tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuanku kan?
Thank’s God.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Desmeli sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.