Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://meyla.kotasantri.com
Bergabung
9 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
http://meylafarid.multiply.com
Tulisan Meyla Lainnya
Aku, Perahu Kertas
11 Oktober 2010 pukul 18:55 WIB
Prasangka
5 Oktober 2010 pukul 18:00 WIB
Restu Orangtua
2 Oktober 2010 pukul 16:55 WIB
Beri Aku Waktu
20 September 2010 pukul 17:50 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 14 Oktober 2010 pukul 16:20 WIB

Air, Kebutuhan Primer

Penulis : Meyla Farid

Bayangkan jika tidak ada air. Makan, minum, mandi, mencuci, segala bentuk kegiatan akan sangat terhambat. Tidak mungkin kita hidup tanpa elemen yang satu ini. Air.

Bahkan tubuh kita, 60%-nya terdiri atas cairan. Air. Bahkan teori pembentukan planet-planet di jagat raya, elemen dasarnya adalah 'air'. Maka jika air tidak ada, tidak mungkin ada kehidupan. Vital sekali kebutuhan akan air ini.

Kemarin malam, air di rumah saya entah mengapa tidak keluar dari krannya. Biasanya, dengan lancar saya dapat menggelontorkan air bersih dan segar dari kran untuk segala keperluan. Masak nasi, masak lauk makan, mencuci, mandi, dan sebagainya. Tapi akibat dari air yang macet keluar sejak kemarin, cucian saya menumpuk. Tepat sekali, memang hari ini jadwal untuk mencuci. Karena tidak ada air, saya jadi absen menanak nasi dan memasak. Bahkan, hari ini hanya mandi satu kali. Padahal menjelang sore tubuh sudah terasa gerah. Apa boleh buat, untuk menghemat air di bak yang sedang ngos-ngosan, saya minimalkan penggunaan air untuk hal-hal yang urgent saja.

Tukang membetulkan air sebenarnya sejak pagi sudah dipanggil. Tapi entah mengapa sampai sore belum juga datang. Bahkan ketika dihubungi ke selulernya, tidak diangkat juga. Ya, entah bagaimana esok hari. Mudah-mudahan sang tukang cepat-cepat datang.

Menyadari betapa pentingnya air, seperti yang kita ketahui, salah satu penopang tersedianya air di bumi adalah cukup tersedianya pepohonan untuk 'mengikat' air hujan dan menyimpannya di tanah. Saya yakin sekali, semua orang membutuhkan air. Bahkan, para pejabat, para penebang dan pembabat pohon-pohon di hutan itu. Para mafia hutan, mereka bilang. Mereka juga kan membutuhkan air. Tapi mengapa mereka sampai tidak menyadari, bahwa apa yang mereka lakukan bisa merenggut ketersediaan air yang mereka butuhkan?

Bahkan uang sebanyak apapun tidak bisa menggantikan fungsi air. Mau mandi pakai uang? Kan tidak mungkin! Atau berfikir bisa saja membeli air dengan uang? Lho, andai air di bumi ini habis mau beli ke mana? Tetap saja uang seberapa banyak pun tidak bisa menggantikan fungsi air. Allah SWT sebenarnya telah menyediakan kebutuhan-kebutuhan kita di alam dengan gratis, melalui sungai-sungai yang mengalir, melalui hujan, melalui pepohonan. Namun manusia sendiri yang 'menolak' kemurahan Allah SWT dan lebih banyak memilih mempersulit diri sendiri.

http://meylafarid.multiply.com

Suka
Akhmad Muhaimin Azzet dan Puspita menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Meyla Farid sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Mutiara | Swasta
Alhamdulillah, senangnya udah bisa bergabung dengan KotaSantri.com. Jazakumullah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1086 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels