HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. "
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Berkorban itu Indah
1 September 2009 pukul 15:00 WIB
Tapi Tidak dengan Hatiku
13 Agustus 2009 pukul 17:27 WIB
Rejeki Tak Terduga
5 Agustus 2009 pukul 16:30 WIB
Patah
3 Agustus 2009 pukul 19:17 WIB
Saling Memuliakan
29 Juli 2009 pukul 16:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 15 September 2009 pukul 15:00 WIB

Diberi Emas, Minta Berlian

Penulis : Mujahid Alamaya

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, hampir semua pekerja, baik di lembaga pemerintahan maupun swasta, tidak akan terlepas dari yang namanya Tunjangan Hari Raya (THR), begitu pun di instansi tempat saya bekerja. Alhamdulillaah, semua karyawan yang 'mengabdi' di instansi tempat saya bekerja mendapatkan THR, termasuk mereka yang baru bekerja dalam hitungan bulan.

Ada hal yang menggelitik ketika teman saya satu divisi 'ribut' masalah THR. Ia tidak mempermasalahkan jumlah THR yang didapatkan dari kantor, tapi mempermasalahkan kenapa ia tidak mendapatkan THR (bonus) dari atasannya, padahal temannya di divisi lain mendapatkan THR dari dua atasannya, yakni atasan langsung setingkat kepala divisi dan di atasnya lagi setingkat direktur.

Ia mengungkapkan bahwa si A dan si B mendapatkan THR dari kepala divisi sekian rupiah, dari direktur sekian rupiah. Dan ia ngotot, kenapa atasannya, yang juga merupakan atasan saya, tidak memberikan THR kepadanya. Berbagai kata ia ungkapkan untuk melepas kekecewaannya karena tidak mendapatkan THR dari atasan. Astaghfirullaah...

Saya dapat mengerti kenapa atasan saya tidak memberikan THR, dan saya pun tidak berharap lebih. Dikasih ya bersyukur, tidak dikasih pun tidak masalah. Karena, alhamdulillaah, secara tidak langsung, selama ini atasan saya sering memberikan 'bonus' kepada saya dan juga teman saya satu divisi tersebut. Atasan saya sering mengajak kami makan di luar.

Saya pun menjelaskan perihal tersebut kepada teman saya itu. Tapi, apa kata teman saya? Ia berkata, "Lebih baik mentahnya aja deh." Padahal, kalau dihitung secara nominal, THR yang didapatkan temannya di divisi lain jauh lebih kecil dari apa yang sudah kami dapatkan ketika atasan sering mengajak makan di luar. Alhamdulillaah...

Entahlah, teman saya itu dapat memahami dan menyadarinya atau tidak. Namun yang pasti, kejadian seperti ini tidak hanya terjadi saat ini saja. Di lain waktu selain bulan Ramadhan, ia sering mengungkapkan 'uneg-unegnya' ketika ada hal seperti ini. Saya pun sering greget ketika memberikan penjelasan. "Sudah diberi emas kok minta berlian?"

Begitulah manusia, sering lupa untuk bersyukur ketika diberi nikmat, tapi merengek ketika melihat orang lain mendapatkan sesuatu yang tidak ia dapatkan. Padahal, jika kita melihat ke sekeliling kita, masih banyak orang yang tidak mendapatkan THR sama sekali. Jangankan THR, untuk memenuhi kebutuhan pokok pun masih harus berjuang dengan keras.

Maka, nikmat mana lagi yang kamu dustakan?

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian dan jangan melihat orang yang lebih di atas kalian. Yang demikian ini (melihat ke bawah) akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikanNya kepada kalian.” (HR. Muslim).

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Angga Ciptadi | Karyawan
Sering-sering maen ke web ini, biar terus dapat insiprasi + motivasi dalam menjalani hari. Mudah-mudahan berkah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1088 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels