HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Untuk Sebuah Cinta
22 Juli 2009 pukul 16:09 WIB
Minder
8 Juli 2009 pukul 20:49 WIB
Semangat Silaturrahim
1 Juli 2009 pukul 15:00 WIB
Cantik itu Ujian
4 Juni 2009 pukul 19:21 WIB
Karena Ukhuwah Begitu Indah
1 Juni 2009 pukul 16:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 29 Juli 2009 pukul 16:30 WIB

Saling Memuliakan

Penulis : Mujahid Alamaya

Saya sering bersilaturrahim dengan teman-teman yang kenal lewat dunia maya. Beberapa kegiatan, baik berupa pengajian, kegiatan sosial, atau sekedar pertemuan biasa saja, sering dilaksanakan dan alhamdulillaah banyak sekali hikmah dan manfaat dari kegiatan tersebut. Kegiatan terbaru adalah Klab Santri Road to Jogja, yakni silaturrahim netter KotaSantri.com di Yogyakarta, pada pertengahan bulan Juli 2009.

Rencana kegiatan Klab Santri Road to Jogja sudah jauh-jauh hari direncanakan. Alhamdulillaah, rencana tersebut mendapat respon positif dari rekan-rekan di Yogyakarta, padahal satu sama lain belum kenal atau bertemu secara langsung. Berbagai persiapan pun dilakukan agar kegiatan tersebut berjalan lancar. Koordinasi melalui fasilitas Yahoo Messenger sering dilakukan. Dan akhirnya, kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan lancar.

Banyak hikmah yang saya dapatkan, salah satunya tentang memuliakan tamu. Rekan-rekan di Yogyakarta begitu bersemangat mempersiapkan acara ini.

Ada yang bersedia 'menampung' kami untuk istirahat dan menginap di rumahnya. Tidak hanya itu, kami pun dijamu dengan suguhan makanan. Alih-alih seharusnya kami yang memohon maaf karena telah merepotkan, tapi malah dari pihak tuan rumah yang memohon maaf, katanya, karena tidak bisa menjamu dengan baik. Padahal, menurut kami, sambutan dan jamuannya sudah luar biasa dan lebih dari cukup.

Selain itu, ada pula yang menyediakan sarana transportasi berupa kendaraan untuk aktifitas kami selama di sana, ada yang mengambil cuti atau mengajukan ijin meninggalkan pekerjaan hanya untuk kelancaran kegiatan ini, ada yang bersedia menemani dan memandu kami selama kegiatan berlangsung, ada yang bersedia menanggung biaya-biaya yang harus kami keluarkan selama kegiatan berlangsung, dan lain sebagainya.

Semua itu, mereka lakukan semata-mata untuk memuliakan kami sebagai tamunya.

Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari - Muslim).

Akan tetapi, kita pun harus sadar diri. Jangan mentang-mentang sebagai tamu, lantas inginnya dimuliakan terus. Kita pun harus memuliakan mereka sebagai tuan rumah, di antaranya adalah dengan bersikap sewajarnya dan tidak merepotkan. Kalau perlu, membawa oleh-oleh untuk mereka atau menanggung seluruh biaya yang dikeluarkan, baik untuk kita maupun mereka.

Dengan saling memuliakan, maka insya Allah akan bersatu hati-hati yang ruhnya terikat dengan ikatan aqidah, yang pada akhirnya nilai-nilai ta'aruf (saling kenal), tafahum (saling memahami), ta'awun (saling tolong), dan takaful (senasib sepenanggungan) akan bersemai dalam diri masing-masing, menuju ukhuwah Islamiyah.

Terima kasih tak terhingga untuk Klab Santri Jogja.
Hanya Allah SWT yang bisa membalasnya.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Dradjat | Pegawai
KotaSantri.com memang pas menjadi tempat mangkalnya para santri yang ingin mengikuti jejak nabinya. Semoga penulisan-penulisan di KotaSantri.com yang penuh keteledanan dan pelajaran adalah wajah kehidupan santri sebenarnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1860 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels