|
QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
|
|
|
http://dekaes.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Rabu, 5 Agustus 2009 pukul 16:30 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Sebagai karyawan dengan penghasilan 'pas-pasan', saya selalu menyusun anggaran pengeluaran, agar dana yang ada bisa digunakan dengan optimal dan tidak besar pasak daripada tiang. Begitu pun ketika akan mengikuti kegiatan Klab Santri Road to Jogja, pertengahan Juli yang lalu, saya hanya menganggarkan dana untuk biaya perjalanan saja.
Karena sebagian teman-teman, termasuk keluarga, tahu bahwa saya pergi ke Yogyakarta, maka sudah dipastikan bahwa mereka akan menanyakan "Mana oleh-olehnya?" walaupun hanya sebatas basa-basi. Namun, karena terbatasnya dana, maka saya sudah memutuskan untuk tidak membeli apa pun, baik untuk keperluan pribadi maupun sekedar oleh-oleh.
Dengan niat menjalin silaturrahim karenaNya, maka saya pun mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Klab Santri Road to Jogja. Suasana begitu akrab dan hangat. Walaupun baru pertama kali bertemu di dunia nyata, tapi seakan sebelumnya sudah pernah bertemu, persis seperti reuni dengan teman-teman yang sudah lama tidak berjumpa.
Di sela-sela kegiatan, ada yang mentraktir, ada yang menjamu makan, dan berbagai hal lain yang saya dapatkan berupa non materi. Dan yang tidak disangka, beberapa rekan memberi saya 'oleh-oleh'. Ada yang memberi makanan khas, ada juga yang memberikan tas dan baju. Alhamdulillaah, semua itu merupakan rejeki yang tak terduga bagi saya.
Dalam perjalan pulang, salah seorang rekan sempat berujar, "Pergi membawa satu tentengan tas, pulang membawa empat tentengan." Memang betul, ketika saya pergi, saya hanya membawa sebuah tas berisi perlengkapan pribadi, dan pulang membawa 4 buah tentengan, yakni tas yang saya bawa dan 3 buah bungkusan oleh-oleh yang diberikan rekan-rekan di Yogyakarta.
Apa yang saya alami tersebut merupakan bukti dari salah satu hikmah silaturrahim, yakni meluaskan rejeki bagi mereka yang menjalinnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturrahim." (HR. Bukhari Muslim).
Tapi, jangan mentang-mentang silaturrahim itu meluaskan rejeki, maka alasan kita bersilaturrahim itu semata-mata untuk mendapatkan sesuatu yang benilai materi. Niatkanlah bahwa silaturrahim yang kita lakukan adalah silaturrahim karena Allah SWT untuk mempererat tali persaudaraan, dan insya Allah berbagai hikmah pun akan kita dapatkan.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.