HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Tapi Tidak dengan Hatiku
13 Agustus 2009 pukul 17:27 WIB
Rejeki Tak Terduga
5 Agustus 2009 pukul 16:30 WIB
Patah
3 Agustus 2009 pukul 19:17 WIB
Saling Memuliakan
29 Juli 2009 pukul 16:30 WIB
Untuk Sebuah Cinta
22 Juli 2009 pukul 16:09 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 1 September 2009 pukul 15:00 WIB

Berkorban itu Indah

Penulis : Mujahid Alamaya

Dalam sebuah kegiatan yang digelar oleh rekan-rekan Klab Santri, saya menemukan banyak hal yang sangat berkesan, salah satu di antaranya adalah mengenai sebuah pengorbanan. Ya, pengorbanan yang begitu besar dan sangat berarti. Saya dibuatnya kagum, bangga, sekaligus terharu akan pengorbanan yang dilakukan oleh rekan-rekan.

Pengorbanan waktu dan tenaga adalah hal yang biasa, tapi, menurut saya, pengorbanan materi adalah hal yang luar biasa. Apalagi jika pengorbanan tersebut dilakukannya tanpa mengharapkan apa pun dari siapa pun. Ketika beberapa rekan berkorban materi begitu banyak, tidak ada perhitungan terhadap apa yang dikeluarkannya.

Misalnya, dalam beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan, rekan-rekan harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk menutupi semua kekurangan biaya, bahkan ada yang mengeluarkan sampai jutaan rupiah. Ketika mengeluarkan uang tersebut, sambil tersenyum, salah seorang rekan berujar, "Mumpung ada rezeki."

Lain halnya dengan salah seorang rekan yang lain, sambil tertawa dan memperlihatkan dompetnya yang kosong, karena baru saja mengeluarkan uang dalam jumlah besar, berkata, "Gak apa-apa, kapan lagi bisa berbuat seperti ini." Deg… Saya, yang kala itu hanya mengeluarkan uang dalam jumlah yang tidak seberapa, hanya bisa tersenyum malu.

Kenapa saya malu? Karena saya belum bisa seperti mereka. Saya hanya bisa menyaksikan pengorbanan yang mereka lakukan, belum bisa berbuat sesuatu yang berarti. Sungguh, saya iri akan pengorbanan yang mereka lakukan. Maka, sedikit demi sedikit, saya pun berupaya untuk selalu memberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan saya.

Dan, saya pun dapat merasakan kenikmatan ketika berkorban. Ternyata berkorban itu indah. Indah sekali. Ketika saya berbuat sesuatu tanpa memperhitungkan apa dan berapa yang saya berikan, saya merasa lega setelah melakukannya. Saya pun yakin, suatu saat, akan mendapatkan gantinya. Dan, keyakinan itu pun terbukti.

Sungguh, dengan sedikit berkorban saja, sudah mendapat gantinya. Apalagi jika berkorban lebih banyak, maka insya Allah akan mendapat ganti yang lebih banyak lagi. Yakinlah, Allah SWT akan melipatgandakan rejeki kita jika kita selalu membelanjakannya di jalan yang Dia ridhai. Kalaupun tidak mendapatkannya di dunia, insya Allah menjadi tabungan untuk bekal kita nanti.

Wallaahu a'lam.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Indra | Full Time Jobseeker
Alhamdulillah KSC bagus banget, jadi pengen nyoba KSC Mobile-nya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1158 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels