HR. Muslim : "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu."
Alamat Akun
http://dayat_nst.kotasantri.com
Bergabung
8 Maret 2009 pukul 21:55 WIB
Domisili
Deli Serdang - Sumatera Utara
Pekerjaan
Guru
Aku adalah orang yang sedang belajar membaca dan menulis, bekerja sebagai Staf Pengajar di Islamic International School Darul Ilmi Murni (IIS DIM) Medan dan MTs Muallimin UNIVA Medan.
Tulisan Rahmat Lainnya
Sahabat Terbaik Hanya Al-Qur'an
25 Juli 2012 pukul 23:30 WIB
Nasehat Al-Ghazali untuk Murid dan Guru
21 Juli 2012 pukul 14:00 WIB
Ke Lain Hati
15 Juli 2012 pukul 11:00 WIB
Jalan Mulus Menjadi Penulis Kaya
13 Juli 2012 pukul 14:45 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 27 Juli 2012 pukul 12:00 WIB

Stop Kenikmatan Sesaat

Penulis : Rahmat Hidayat Nasution

Puasa mengandung makna menahan diri dari segala yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Proses penahanan diri merupakan wujud kesuksesan secara lahiriah. Apa yang ditahan? Segala hal yang dapat membuat kita lalai. Misalnya makan, minum, bersetubuh, dan lain-lain. Kenapa saya kategorikan sebagai yang melalaikan? Karena makan, minum, bersetubuh, dan lain-lain adalah aktivitas yang melalaikan kita dari tujuan utama puasa. Yaitu, merasakan kesulitan yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang fakir.

Jika kita mampu merasakan itu, maka kita termasuk Sha’im yang sukses. Sukses bisa merasakan apa yang dirasakan orang fakir yang berada di bawah kita statusnya. Sedangkan si fakir, ketika puasa tujuannya adalah merasakan adanya kebersamaan yang ditetapkan Allah kepada umat Islam. Si fakir dan si kaya sama-sama meraih kesuksesan. Si kaya sukses karena bisa menahan kenikmatan sesaat. Sedangkan si fakir juga sukses karena bisa menahan diri untuk tidak selalu merasa hina.

Karena itu, Islam benar-benar menjadi rahmat bagi sekalian alam. Memberikan kasih sayang agar satu dengan lainnya saling merasakan. Orang kaya misalnya, merasakan bagaimana si miskin menahan lapar. Sedangkan si miskin merasakan bagaimana enaknya hidup dengan ada harta ketika diberi zakat fitrah di akhir Ramadhan.

Jika ditelusuri, Puasa mengandung spirit kesuksesan. Kesuksesan buat siapa saja yang ingin bahagia. Dengan menahan diri dari menikmati sesuatu akan membawanya menjadi orang yang sukses. Kesengsaraan sedikit akan tetap melahirkan kebahagian yang cukup berarti nantinya. Maka, cukup tepat istilah sengsara membawa nikmat disematkan kepada orang-orang yang memaknai puasanya dengan penuh keimanan dan keikhlasan karena Allah.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmat Hidayat Nasution sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Aw Windarti | Guru
Allahu Akbar!!! KSC itu media penyejuk jiwa-jiwa yang gersang.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1029 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels