|
HR. Ahmad : "Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya."
|





Rabu, 4 Juli 2012 pukul 10:30 WIB
Penulis : Rahmat Hidayat Nasution
Adalah keharusan bagi umat Muhammad SAW untuk mengenal apa yang menjadi keistimewaannya dibanding dengan umat-umat terdahulu sebelumnya. Dengan keistimewaan tersebut, akan menjadi paham bagaimana kedudukannya di sisi Allah SWT. Juga menjadi paham bagaimana mengenal Allah. Dengan mengenal Allah, akan membuat kita menjadi manusia yang senantiasa bersyukur kepada Allah SWT dan akan naik derajat menjadi hamba-Nya yang mulia.
Di dalam kitab al-Mawaaidz al-‘Ushfuriyyah dicantumkan hadits yang bersumber dari Anas bin Malik, bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidak ada seorang pun dari umatku jika di pagi hari ia membaca ayat kursi dua belas kali, kemudian wudhu dan shalat shubuh, maka ia akan dilindungi dari kejahatan setan. Selain itu, ia pun sama dengan orang yang membaca Al-Qur’an tiga kali. Pada hari kiamat, ia akan mendapatkan mahkota yang terbuat dari cahaya yang menyinari seluruh penghuni dunia.
“Apakah ayat tersebut dibaca setiap hari, ya Rasul?” tanyaku.
“Tidak. Hari Jum'at saja. Setiap Jum'at satu kali sudah cukup untuk hidupmu.”
Hadits ini mengajari tentang salah satu amal yang dikerjakan pada hari Jum'at. Dengan membaca ayat kursi pada hari Jum'at, keistimewaannya sama dengan orang yang membaca Al-Qur’an tiga kali. Ini satu kelebihan yang diberikan Allah SWT kepada umat Muhammad.
Selain itu, layak menjadi perenungan juga mengapa ayat kursi begitu istimewa untuk dibaca di pagi hari sebelum shalat shubuh? Hadits ini memiliki sebab sehingga Rasulullah SAW berkata seperti itu.
Disebutkan, bahwa umat-umat terdahulu susah mengerti dan terlalu banyak tanya jika disuruh untuk melakukan sesuatu. Mereka tidak bisa membenarkan para rasul Allah hingga dibuktikan dengan mukjizat dan melihatnya dengan nyata. Di dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan salah satu peristiwanya di dalam surat Al-Baqarah ayat 55. “Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan nyata.” Lalu mereka disambar halilintar.
Mereka juga pernah bertanya, “Apakah Tuhanmu tidur?” padahal di dalam kitab Taurat sudah disebutkan bahwa Allah SWT tidak tidur. Dan di dalam Al-Qur’an juga disebutkan kembali sebagai penegasan, “Kantuk dan tidur tidak dialami-Nya.” (QS. Al-Baqarah [2] : 225).
Mereka pun protes, “Bagaimana mungkin Tuhanmu tidak tidur?” tanya mereka.
Allah menyuruh nabi Musa AS mengisi dua bejana dan meletakkan di dua tangannya. Kemudian Allah menidurkan nabi Musa AS. Dua bejana itu jatuh dan pecah berantakan. Allah berfirman, “Katakanlah hai Musa kepada umatmu. Jika Allah tidur, pastilah alam akan hancur seperti yang kucontohkan padamu.”
Dengan membaca ayat Kursi dua belas kali sebelum shalat Shubuh Jum'at, menunjukkan bahwa kita mengakui Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan Yang Tidak Tidur. Tuhan Yang Mengatur alam ini.
Makanya wajar bila Allah SWT banyak memuji umat Muhammad dalam hal kepatuhan kepada-Nya. Di antaranya,”Kalian adalah umat terbaik.” (QS. Ali Imran [3] : 110). Kita menjadi umat terbaik karena membenarkan Rasulullah SAW tanpa perlu ditunjukkan mukjizat yang banyak dan tak pernah banyak pertanyaan saat disuruh melakukan sesuatu, tidak seperti yang dilakukan umat nabi Musa AS. Kita harus bangga menjadi umat Nabi Muhammad karena Allah SWT memberikan banyak kelebihan kepada kita dibanding umat-umat terdahulu.
Karena itu, mari hiasi Jum'at yang akan dilalui dengan membaca ayat kursi dua belas kali sebelum shubuh dan diiringi dengan banyak bersyukur kepada Allah karena dikategorikan sebagai umat yang terbaik. Jika senantiasa bersyukur, insya Allah kita akan naik derajat menjadi golongan yang dijelaskan Allah di dalam Al-Qur’an, "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan." (QS. Al-Israa' [17] : 70).
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmat Hidayat Nasution sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.