|
HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
|





Jum'at, 29 April 2011 pukul 11:11 WIB
Penulis : Marsahid Agung S
Tak perlu ragu jika orang yang kita cintai berbuat salah, tegurlah. Kalau perlu beri hukuman agar jera. Karena tidak ada cinta yang membuat orang yang dicintai merasa rugi atau menderita karena cinta itu. Apapun alasannya.
Terkadang, kita memang perlu melakukan tindakan tegas kepada orang yang kita cintai sekalipun. Bukan berarti kita telah kehilangan cinta, tapi itulah bukti bahwa kita mencintainya. Bahwa cinta tak selamanya mendukung apa yang diperbuatnya jika itu salah. Salah satu bentuk cinta agar ia tak kian tenggelam dalam perbuatan yang tidak benar, agar ia sadar akan kesalahannya.
Cinta, bukan berarti mencintai seseorang yang sempurna, tapi bagaimana mencintai seseorang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna. Mencintai orang lain dalam ketidaksempurnaannya. Jika ia berbuat salah, kita wajib membantunya. Tidak serta merta langsung mencampakkannya. Karena memang tidak ada manusia yang sempurna.
Bersyukurlah jika cinta kita berjalan seperti yang kita inginkan. Tentu tidak akan sesempurna mimpi dan harapan kita. Sejauh masih bisa dicintai dengan cara yang sempurna, jangan pernah menyerah. Tapi jika memang tidak lagi bisa diteruskan, tak ada salahnya jika mengambil keputusan. Meski mungkin itu pahit.
Selamat mencintai mereka yang tidak sempurna dengan cinta yang sempurna!
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Marsahid Agung S sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.