Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
Alamat Akun
http://biruhati.kotasantri.com
Bergabung
20 Maret 2010 pukul 12:26 WIB
Domisili
Bekasi - Jawa barat
Pekerjaan
Entrepreneur
Tulisan Marsahid Lainnya
Menikah, Bukan Sekedar Memadu Cinta
12 Maret 2011 pukul 13:45 WIB
Demi Cinta
16 Februari 2011 pukul 14:00 WIB
Pencarian
5 Januari 2011 pukul 20:55 WIB
Ajarkan
17 Desember 2010 pukul 20:40 WIB
Next Gen
20 November 2010 pukul 20:45 WIB
Bilik
Bilik » Goresan

Rabu, 23 Maret 2011 pukul 17:00 WIB

Kutatap dari Jauh

Penulis : Marsahid Agung S

Kutatap dari jauh, sebuah kenangan
Tempat yang berisi canda tawa
Selama waktu yang kami punya
Hatiku terasa kosong dan hampa
Mengharap ada waktu untuk mengulang semua
Tapi, semua hampa, hanya sebuah asa

Tak terasa, ada bening mengalir di pipi
Membuat kabur pandangan ini
Yang terasa hanya sepi
Aku berbalik, memalingkan wajah sepi
untuk mengingkari diri

Saat itu, tertatap oleh mataku
Wajah penuh damai
Yang demi inilah aku menangis
Wajah tenang penuh senyum
Wajah yang akan kurindukan selamanya

Sahabat…
Orang yang berdiri tegak, menatapku tajam
"Jangan menangis," ucapnya
Kedua tangannya direntangkan, menyambutku tanpa beban
Tempatku mengatakan semua, asa dan putus asa
Tempat tangan ini bertumpu
Saat lelah dan tak bisa maju
Yang menopang jiwa ini, saat rapuh karena waktu

Ia tersenyum tanpa beban
Seolah semua dapat ia selesaikan
Aku berlari padanya, berhamburan air mata
Mendekapnya dan menyandarkan kepala
Kutumpahkan semua, semua

Sahabat…
Yang duduk di dekatku dalam diam
mendengar semua, tanpa kata
Hanya puji dan semangat kudengar darinya
Mimpinya jadi mimpiku
Harap kami menyatu

Tapi, semua tak kuasa oleh waktu
Orang yang duduk menasehatiku, memberi apa yang kuperlu
Dukungannya menopangku, memberi kekuatan pada langkahku
Ia menggenggam tangan ini,
Menggandengku dan mengajakku berjalan bersamanya
Melewati jalan, yang pernah kami lewati bersama
Dia mengatakan, apa yang ingin kuucapkan
"Betapa rindunya aku akan semua ini"

Sahabat…
Sungguh aku tak tahu apa yang akan aku lewati nanti
Bagaimana aku melewati itu semua
Sungguh
Saat semua ini berakhir
aku tak tahu di mana lagi dapat bertumpu
"I NEED YOU!!!"

Tahun-tahun yang telah kita lewati bersama
bagai angin yang berlalu begitu cepat
Saat kita bernyanyi bersama
Meluangkan waktu hanya untuk kita, membagi yang ada

Rasanya…
Tak dapat kuingat satu persatu, waktu per waktu
Tapi yang aku tahu
Semua tetap ada di hatiku
Menyatu dengan jiwaku
Ada dalam nafasku

Kau memegang pundakku
Hanya tersenyum. Ya, hanya tersenyum
Kau diam, tapi…
Aku tahu apa yang kini kau rasakan
apa yang ada dalam benakmu
Perasaan yang terlintas di hatimu

Air mataku berhenti, kuhapus perlahan dengan punggung tanganku
lalu akupun tersenyum, dan berkata pelan pada sahabatku
"Tak’kan pernah kulupakan, waktu yang kupunya di sini hari yang terlewati bersama kalian,
impian yang tercipta, dan semua yang terucap, karena semua itu sangatlah berarti bagi diriku."

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Marsahid Agung S sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

agung sutrisno | PNS
Isinya bagus, ringan, gampang dibaca, dan menyentuh kehidupan sehari-hari. Keep on good works!!!
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1305 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels