QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Alamat Akun
http://biruhati.kotasantri.com
Bergabung
20 Maret 2010 pukul 12:26 WIB
Domisili
Bekasi - Jawa barat
Pekerjaan
Entrepreneur
Tulisan Marsahid Lainnya
Kenapa Harus Tarbiyah?
6 April 2011 pukul 14:14 WIB
Kutatap dari Jauh
23 Maret 2011 pukul 17:00 WIB
Menikah, Bukan Sekedar Memadu Cinta
12 Maret 2011 pukul 13:45 WIB
Demi Cinta
16 Februari 2011 pukul 14:00 WIB
Pencarian
5 Januari 2011 pukul 20:55 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 8 April 2011 pukul 11:22 WIB

Mengarahkan Harapan

Penulis : Marsahid Agung S

Salah satu hal yang berpotensi membuat kita terpuruk, jatuh dalam kepedihan adalah jika harapan kita tidak terpenuhi. Kita terkadang terlalu optimis akan mendapatkan hasil yang bagus dari apa-apa yang kita persiapkan. Hal itu bisa menyebabkan kita terlena sehingga lupa bahwa ada skenario lain yang digariskan oleh Allah.

Memang benar bahwa kita harus optimis dengan segala ikhtiar yang kita lakukan. Dan kita juga menyadari bahwa dengan harapan itulah kita memiliki semangat yang kuat untuk mencapai sesuatu. Yang perlu kita latih adalah menanamkan dalam diri kita bahwa ada kondisi-kondisi tertentu yang tidak dapat kita kendalikan!

Kita terkadang terlupa bahwa satu-satunya harapan hanyalah kepada Allah. Ketika memulai segala sesuatu memang kita sudah mengawali dengan ‘karena Allah’. Tetapi terkadang dalam perjalanannya, terjadi perubahan-perubahan karena bolak-baliknya hati kita. Perubahan juga bisa terjadi karena pengaruh orang-orang di sekitar kita. Inilah saat-saat yang sangat penting untuk kita jaga. Sebaiknya kita menyadari bahwa bolak-baliknya hati itu sesuatu yang normal dan akan dialami oleh semua orang dengan segala tingkatan keshalehannya. Lingkungan juga wajar saja mempengaruhi kita karena memang kita tinggal dan menjadi bagian di dalamnya.

Kita juga sering terlupa, menitipkan harapan kita kepada kemampuan diri kita atau kemampuan orang lain. Padahal semua itu hanyalah harapan yang semu. Barangsiapa yang berharap kepada mahluk, maka Allah akan memutuskan harapan itu.

Adalah sangat penting bagi kita untuk berpegang teguh dengan tujuan. Mungkin jalan menuju ke tujuan tidak seideal yang kita rencanakan. Jika kita selalu berpegang teguh kepada tujuan, insya Allah akan ada solusinya. Memang di tahapan ini kita memerlukan kemampuan untuk mencari berbagai alternatif untuk mencapai tujuan itu.

Kelemahan kita adalah jika menganggap jenis ikhtiar inilah satu-satunya jalan. Kita mulai terlena, hanya menggantungkan harapan pada satu jenis ikhtiar saja. Maka ketika jalan itu buntu, kita menjadi kelabakan dan tidak terkendali.

Bagi mereka yang sudah terlatih, maka mereka segera mencari jalan lain untuk mencapai tujuan itu. Mungkin memerlukan waktu agak lama dan prosedur yang panjang, tetapi hal ini jauh lebih baik daripada kita tergolong orang yang lemah, karena tidak bersungguh-sungguh untuk mencapai tujuan.

Saudaraku,
Tentu saja ikhtiar alternatif ini tidak menjamin tercapainya harapan kita. Tetapi setidaknya kita sudah berusaha mengoptimalkan segala potensi kita untuk berusaha mencapainya. Walaupun belum berhasil tetapi kita sudah berusaha menyempurnakan pekerjaan kita, karena sukses atau tidaknya sebuah usaha adalah urusan Allah.

Dan kita sebaiknya berjuang sekuat-kuatnya supaya kita memastikan, jikalau usaha ini belum sukses, ini bukan terjadi karena lemahnya usaha kita. Jika memang belum sukses, ini semata-mata karena memang Allah menghendaki demikian.

Alangkah indahnya jika kita selalu menjaga kualitas ikhtiar kita dan selalu menjaga agar harapan kita hanya kepada Allah SWT. "Wahai Allah, kami serahkan semua urusan padamu, maka buatlah hati kami ridha dengan semua ketentuanMu."

Suka
yantie menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Marsahid Agung S sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Mumtahah Annisa | Ibu Rumah Tangga
Di sini tempatnya kalau ingin berdiskusi sama teman-teman yang asyik banget.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1831 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels