|
QS. Ali Imran : 3 : "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. "
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Selasa, 17 Agustus 2010 pukul 17:00 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Cinta, adalah cakupan pilihan yang masih setia disodorkan kehidupan. Dan kalau memang begitu adanya, mari memilih cinta yang selayaknya dipilih.
Kenapa hal itu harus dilakukan? Karena di sinilah titik posisi yang akan menentukan sikap selanjutnya. Mengendalikan cinta, atau dikendalikan cinta. Dalam konteks yang lebih luas, mengendalikan perasaan atau dikendalikan perasaan. Sementara jelas, pilihan wajib bagi seorang muslim adalah mengendalikan. Maka, pilihlah cinta, karena di sana jalan selamat terbentang.
Ini bukan berarti menafikkan cinta yang kadang datang tak diundang, bahkan dengan cara yang halus. Tapi, ini lebih menitikberatkan pada jika cinta itu ada, sikap seperti apakah yang seharusnya diupayakan.
Agak rumit memang, karena cinta itu sendiri bertabiat abstrak. Tapi tak kan selamanya begitu jika kita tahu bagaimana cara mengurainya. Sebab cinta itu fitrah manusia, dan setiap kefitrahan itu suci, dan setiap kesucian itu baik, dan setiap kebaikan itu berbuah pahala, dan setiap pahala itu pasti ada keridhaanNya.
Maka, marilah mengurai cinta. Menelusuri awal mulanya dari mana dan cari tahu harus bermuara ke mana. Dan selanjutnya, akan didapati bahwa ternyata cinta itu beraneka rupa dan warna, bahkan tingkatan.
Jika ini sudah kita fahami, di bagian inilah saatnya memilih cinta dan meletakkan di tempatnya masing-masing.
Apakah cukup berhenti sampai di situ? Ternyata tidak. Karena selepas kita berhasil memilih, maka kita pun harus berhasil memperlakukannya dengan baik. Tentu saja perlakuan baik yang dibenarkan dalam syari'atNya.
Memilih dan memperlakukan cinta, menjadi serangkaian perkerjaan panjang yang akan kita lakukan sepanjang hidup. Dan tidak salah memilih, pun tidak salah memperlakukan menjadi langkah awal memulai pekerjaan itu. Maka cermatlah kalau tak ingin penyesalan seumur hidup diberikan lunas hingga akhirat, itupun masih ditambah dengan bonus nelangsa dan tersiksa.
***
Mencintai dicintai fitrah manusia
Setiap insan di dunia akan merasakannya
Indah ceria kadang merana itulah rasa cinta
Berlindunglah pada Allah dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling dari-Nya
Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan
Cinta adalah karunia-Nya bila dijaga dengan sempurna
Resah menimpa gundah menjelma jika cinta tak dipelihara
Cinta pada Allah cinta yang hakiki
Cinta pada Allah cinta yang sejati
Bersihkan diri gapailah cinta, cinta Ilahi
Berlindunglah pada Allah dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling dariNya
Menipu daya dan melenakan
Sadarilah wahai kawan
Utamakanlah cinta padaNya terjagalah amalan kita
Binalah slalu cinta Ilahi hidup kita kan bahagia
Cinta pada Allah cinta yang hakiki
Cinta pada Allah cinta yang sejati
Bersihkan diri gapailah cinta, cinta Ilahi
Taken from Nasyid "Cinta" by The Fikr
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.