|
HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Kamis, 12 Agustus 2010 pukul 18:55 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Seperti layaknya sabar dan menguatkan kesabaran, maka keyakinan ini akan mengubah dirinya menjadi keteguhan, dalam proses takdir hidup yang begitu rumit dipahami oleh diri sendiri.
Pada setiap kesusahan yang mencipta rasa derita dan tak menyenangkan, pada setiap ketidak-terwujudan asa yang mengguratkan kecewa dan kesal, pada setiap tanya tentang arti sebuah perjalanan dan proses yang termaknai sia-sia belaka. Ada upaya luar biasa tuk tetap istiqamah, karena dengan pijakan ini segala yang terasa berat akan tetap di genggaman.
Menyakitkan, sungguh menyakitkan hidup ini. Ketika bertubi tusukan tajam menghunus detak optimis, dan meninggalkan bercak kekalutan tanpa bisa dicegah. Maka porak-porandalah semua yang sudah tertata rapi di lahan sanubari.
Namun bukan berarti itu bermakna kalah, apalagi menyerah dan pasrah. Karena hidup adalah perjuangan itu benar adanya. Dan tetap berjuang menjadi keputusan dahsyat yang butuh komitmen, yang memanggul konsekwensi, yang memberdirikan keberanian dari timangan.
Membusungkan dada lagi, menghentakkan kaki lagi. Dan saksikanlah, dengan keimanan ini, sesosok jiwa akan menjalani takdirnya. Inilah saatnya meneguhkan keyakinan.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.