|
QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
|





Selasa, 29 Juni 2010 pukul 17:25 WIB
Penulis : Meralda Nindyasti
Saudaraku, Islam itu indah, menyampaikannya pun harus dengan keindahan. Dan keindahan tidak selalu harus dengan kelembutan, namun juga disampaikan dengan ketegasan. Sebagaimana Rasulullah, beliau menyampaikan kabar gembira bagi mereka yang bertaqwa, dan menyampaikan kabar duka serta ancaman bagi mereka yang ingkar akan perintah-Nya. Keduanya adalah pekerjaan Rasulullah. Sekali lagi, keduanya, dan bukan salah satunya.
Kabar gembira disampaikan dengan kelembutan agar barangsiapa yang mendengarnya, makin membuat hatinya tenang lagi bergegas untuk tetap pada keistiqamahan amal baik. Sedangkan kabar duka dan ancaman disampaikan dengan ketegasan, agar barangsiapa yang mendengarnya, membuat hatinya gelisah akan dosa-dosa, terbuka hati untuk bertaubat, dan mendekatkan diri pada kebenaran.
Di Al-Qur'an sering tertulis dalam terjemahan, "Allah itu Maha Penyayang dan amat keras siksa-Nya." Menggunakan kata 'dan', bukan 'namun' atau 'tetapi'. Itu artinya, dua sifat yang berbeda ini layak untuk ada secara bersamaan dan bukanlah sebuah pertentangan, justru karena itulah disebut suatu kesempurnaan.
Begitulah Islam, ada kelembutan, ada pula ketegasan. Itulah mengapa jika kita ada pada tekanan lingkungan atau lingkungan bersikap tegas terhadap perbuatan kita, bacalah dengan hati, bacalah. Jeli untuk mengerti, jeli untuk memahami. Apakah tekanan ini adalah tekanan yang sengaja Allah buat melalui saudara-saudara kita agar kita kembali mengindahkan-Nya?
"Apakah engkau ingin bertanya tentang kebaikan?" tanya Rasulullah. "Ya," jawab Wabishah bin Ma'bad RA. "Bertanyalah pada hatimu. Kebaikan adalah yang menjadikan tenang jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah apa yang menggelisahkan jiwa dan menimbulkan keraguan dalam hati, sekalipun orang-orang terus membenarkanmu," jawab Rasulullah.
Dan kami, menyampaikan ini karena rasa sayang kami padamu sebagai saudara seiman. Berbaik sangkalah saudaraku, amat banyak saudara-saudaramu yang tak lelah mendo'akanmu, untuk kebaikan dunia akhiratmu. Dan tak lelah berbuat untuk kelurusan jalan yang harusnya kita tempuh bersama, serta keistiqamahan dalam beramal yang benar dan baik.
Terimalah rasa sayang kami ini, terimalah sebagai suatu perbuatan yang kami lakukan semata-mata karena Allah.
Ya, karena Allah, karena Allah, karena Allah.
Allah-lah alasan tertinggi kami, insya Allah.
”Barangsiapa yang menjaga diri (iffah) maka Allah akan menjaganya, barangsiapa yang meminta pertolongan kepada Allah maka Allah akan menolongnya, barangsiapa yang bersabar maka Allah akan memberikan kesabaran kepadanya dan tidaklah seseorang diberikan suatu pemberian yang lebih baik atau lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Bukhori)
Malang - Baiti Jannati, 10 Juni 2010
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Meralda Nindyasti sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.