|
Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
|
|
|
http://alfach.com |
|
alfachrie |
|
|
alfcah02 |
|
alfachrie@gmail.com |





Selasa, 22 September 2009 pukul 18:10 WIB
Penulis : Achmad Fachrie
Satu bulan telah dilalui. Bergelut melatih diri dalam ketakwaan mendekatkan diri kepadaNya. Walau mungkin terasa tak mudah, semuanya terasa nikmat ketika kita berhasil melewati waktu demi waktu, hari demi hari. Ada yang melewatinya dalam puasa dengan tilawah, ada yang dengan sedekah, ada yang tarawih, i'tikaf, dan ada juga yang tertidur untuk menjaga diri ketika kalau ke luar justru mengusik hati.
Ya, bulan Ramadhan adalah bulan dimana jiwa tersingkap dari segala debu dunia. Seakan kita bisa melihat potensi diri yang selama ini terselimuti emosi. Potensi diri yang selama ini terkikis dalam nafsu. Bahkan potensi diri yang dikatakan mampu melampaui malaikat. Subhanallah.
Mereka yang tenggelam dalam kesyahduan selalu dirundung rindu untuk mengisi detik-detiknya dengan penghambaan meraih ridhaNya. Penghambaan tidak selalu dalam sujud. Tapi penghambaan dalam kerja yang menjadi amanah. Penghambaan dalam belajar untuk mengisi waktu, menuntut ilmu, lalu mengamalkan meraih mimpi akhirat dan dunia.
Kini, Ramadhan yang telah berlalu. Sedih dan haru sudah pasti terasa bagi mereka yang menikmati kesyahduan Ramadhan. Pasti sangat terasa kehilangannya. Dan kini, di depan kita sudah ada 11 bulan yang menghadang hasil madrasah Ramadhan. Entah, apakah kita mampu melewatinya dengan menjaga fitrah diri yang sudah ditempa dalam Ramadhan. Entah, apakah kita malah terkikis kembali, ditutupi nafsu, disulut emosi, atau diselimuti debu dunia.
Angka nol dalam mencerminkan fitrah diri yang insya Allah sudah kita dapatkan, mungkin bisa menjadi angka satu, sepuluh, seratus, atau mungkin seribu tanpa kita sadari. Angka-angka yang terakumulasi akan kesalahan yang tanpa disadari dibiarkan menggunung melupakan Ramadhan, melupakanNya tanpa memohon ampun dan taubatNya. Karena sungguh, manusia adalah makhluk yang mudah lupa dan alpa, maka jaga dan ampunkanlah kami, Ya Rabb.
Ramadhan, sungguh istimewa hari-hari bersamamu.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Achmad Fachrie sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.