Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
Alamat Akun
http://alfach.kotasantri.com
Bergabung
3 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Ciputat - DKI Jakarta
Pekerjaan
IT Consultant
Alfach adalah 'nama' lain dari Achmad Fachrie atau dikenal sebagai Fachri. Nothing special with me, just try to be my self dan mencoba meraih ridhaNya. Saya hanya seseorang yang biasa saja yang ingin belajar dan berkembang, yang ingin bergerak dan berkontribusi.
http://alfach.com
alfachrie
alfcah02
alfachrie@gmail.com
Tulisan Achmad Lainnya
Dia Tahu Airmatamu
11 September 2009 pukul 18:00 WIB
Membersamai Pilihan KarenaNya
28 Agustus 2009 pukul 17:10 WIB
Mempersiapkan Ramadhan
14 Agustus 2009 pukul 17:30 WIB
Melepas
4 Agustus 2009 pukul 17:10 WIB
Ku Tak Bisa Menulis!
20 Juli 2009 pukul 17:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 22 September 2009 pukul 18:10 WIB

Ramadhan, Sungguh Istimewa Hari-hari Bersamamu

Penulis : Achmad Fachrie

Satu bulan telah dilalui. Bergelut melatih diri dalam ketakwaan mendekatkan diri kepadaNya. Walau mungkin terasa tak mudah, semuanya terasa nikmat ketika kita berhasil melewati waktu demi waktu, hari demi hari. Ada yang melewatinya dalam puasa dengan tilawah, ada yang dengan sedekah, ada yang tarawih, i'tikaf, dan ada juga yang tertidur untuk menjaga diri ketika kalau ke luar justru mengusik hati.

Ya, bulan Ramadhan adalah bulan dimana jiwa tersingkap dari segala debu dunia. Seakan kita bisa melihat potensi diri yang selama ini terselimuti emosi. Potensi diri yang selama ini terkikis dalam nafsu. Bahkan potensi diri yang dikatakan mampu melampaui malaikat. Subhanallah.

Mereka yang tenggelam dalam kesyahduan selalu dirundung rindu untuk mengisi detik-detiknya dengan penghambaan meraih ridhaNya. Penghambaan tidak selalu dalam sujud. Tapi penghambaan dalam kerja yang menjadi amanah. Penghambaan dalam belajar untuk mengisi waktu, menuntut ilmu, lalu mengamalkan meraih mimpi akhirat dan dunia.

Kini, Ramadhan yang telah berlalu. Sedih dan haru sudah pasti terasa bagi mereka yang menikmati kesyahduan Ramadhan. Pasti sangat terasa kehilangannya. Dan kini, di depan kita sudah ada 11 bulan yang menghadang hasil madrasah Ramadhan. Entah, apakah kita mampu melewatinya dengan menjaga fitrah diri yang sudah ditempa dalam Ramadhan. Entah, apakah kita malah terkikis kembali, ditutupi nafsu, disulut emosi, atau diselimuti debu dunia.

Angka nol dalam mencerminkan fitrah diri yang insya Allah sudah kita dapatkan, mungkin bisa menjadi angka satu, sepuluh, seratus, atau mungkin seribu tanpa kita sadari. Angka-angka yang terakumulasi akan kesalahan yang tanpa disadari dibiarkan menggunung melupakan Ramadhan, melupakanNya tanpa memohon ampun dan taubatNya. Karena sungguh, manusia adalah makhluk yang mudah lupa dan alpa, maka jaga dan ampunkanlah kami, Ya Rabb.

Ramadhan, sungguh istimewa hari-hari bersamamu.

http://alfach.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Achmad Fachrie sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Nia | Guru
KotaSantri.com top dech. Artikelnya bagus-bagus banget, sangat menyentuh kalbuku sampe berurai air mata membacanya dan sarat dengan hikmah. Bukankah hikmah adalah milik para mukmin yang tercecer? So, buruan gabung.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1038 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels