|
Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
|
|
|
http://alfach.com |
|
alfachrie |
|
|
alfcah02 |
|
alfachrie@gmail.com |





Selasa, 4 Agustus 2009 pukul 17:10 WIB
Penulis : Achmad Fachrie
Tak mungkin menyalahkan waktu atas yang sudah terjadi. Tak mungkin menyalahkan keadaan jika sudah terjadi, karena kitalah yang memilih menjalani waktu-waktu atas pilihan yang sudah dilalui. Setiap keadaan lahir dari setiap konsekuensi yang sudah terjadi. Sulit untuk menerima, karena ketika keadaan dan waktu yang sudah berjalan tidak sesuai dengan keinginan, ketika keadaan dan waktu justru memperlihatkan dan mengaburkan impian.
Mencoba menyadari, semakin kita mengenal sesuatu, maka semakin dalam pula kecenderungan kita memenuhi keinginan itu. Padahal tak mungkin memenuhi semua keinginan untuk terwujud. Padahal tak mungkin pertemuan akan selalu berujung kebersamaan, dan tak mungkin memahami sesuatu tanpa harus melewati luka dan rasa kehilangan.
Ketika mengenal, lalu mewujud dalam mimpi, dan ketika berusaha memilikinya, ternyata bukanlah yang terbaik untuk terjadi. Ketika berusaha semakin mengenal dan memahami, justru semakin harus melepasnya pula, karena tak mungkin memiliki mimpi yang justru akan menyakiti.
Melepas, karena tidak selamanya pergi menjauh, bukan karena benar-benar ingin pergi. Tidak selamanya rasa benci yang lahir karena benar-benar membencinya. Dan karena melepas adalah hal yang terbaik yang mampu diberi terhadap mimpi yang tak bisa dimiliki. Karena melepas adalah hal yang terbaik yang justru membuat mimpi itu tetap hidup.
Melepas mimpi ibarat mengikhlaskan hati menerima yang terjadi. Walau melepas terkadang berarti kehilangan. Tapi kehilangan jika kita kembalikan kepadaNya, adalah menemukan ganti yang lebih baik. Karena melepas, menjaga kemurnian hati menjalani hidup karenaNya, dalam ridhaNya tak terganti oleh apa pun dalam hidup ini.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Achmad Fachrie sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.