Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
Alamat Akun
http://alfach.kotasantri.com
Bergabung
3 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Ciputat - DKI Jakarta
Pekerjaan
IT Consultant
Alfach adalah 'nama' lain dari Achmad Fachrie atau dikenal sebagai Fachri. Nothing special with me, just try to be my self dan mencoba meraih ridhaNya. Saya hanya seseorang yang biasa saja yang ingin belajar dan berkembang, yang ingin bergerak dan berkontribusi.
http://alfach.com
alfachrie
alfcah02
alfachrie@gmail.com
Tulisan Achmad Lainnya
Tergantikan
19 Juni 2009 pukul 18:00 WIB
Memaafkan dan Melupakan
2 Juni 2009 pukul 17:19 WIB
Walau Habis Terang
28 Mei 2009 pukul 17:24 WIB
Ketika Cinta Terlihat
19 Mei 2009 pukul 17:16 WIB
Ketulusan yang Tidak Terbaca
5 Mei 2009 pukul 18:11 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 24 Juni 2009 pukul 15:08 WIB

Berhenti Menulis

Penulis : Achmad Fachrie

Entah, terkadang tangan ini lelah menulis. Lelah mengikat arti dan menuangkannya ke dalam bentuk tulisan. Terkadang tangan ini jenuh menulis dan membiarkan yang ada di hadapan dan dalam hati berlalu begitu saja. Lalu terbesit untuk menyimpan bendahara kata dalam hati tanpa mengeluarkannya ke dalam bentuk tulisan. Membiarkannya terhapus waktu, tergerus terbawa angin. Atau membiarkannya tersimpan tanpa ada yang mengetahuinya.

Ada kalanya gambar yang tertangkap oleh mata ini, kembali mengabur tak terlihat jelas lalu menghilang. Ada kalanya makna yang tertangkap oleh hati ini terlepas tak kembali lalu terlupa. Ah, adakah penulis yang tak pernah menulis kembali? Adakah penulis yang tak pernah bercerita, tentang isi hatinya, tentang makna yang terjaring melalui mata dan hatinya?

Menulis... Terkadang merupakan rangkaian isi hati yang sayang untuk dilewatkan. Terkadang menulis layaknya bercerita tentang indahnya malam kepada sang malam itu sendiri. Terkadang menulis layaknya mengikat arti saat ini untuk kelak kembali dibuka, bahwa dulu ini sempat tertulis. Lalu tersenyum... Layaknya reuni dengan hati yang terlupa.

Tapi adakah yang berhenti... Teringat akan Sayyid Quthb, penulis yang melahirkan karya monumental Tafsir Fi Zilal Al-Qur'an. Seperti diketahui, Fi Zilal Al-Qur'an ditulis oleh Sayyid Quthb saat berada di dalam penjara di bawah Gamal Abdul Nasser. Seperti layaknya menusia biasa, Sayyid Quthb pernah merasa dihinggapi perasaan lelah dan didera rasa putus asa. Pada saat itu, ia pernah hendak berhenti menulis, bahkan berhenti berpikir.

Dalam sebuah artikel yang ditulisnya, “Saat perjuangan begitu pahit, saya dihinggapi perasaan putus asa di depan mata. Saya bertanya pada diri saya sendiri, apa gunanya menulis? Apa nilainya makalah-makalah memenuhi majalah? Apakah tidak lebih baik kalau kita mempunyai senjata dan beberapa peluru lalu keluar menyelesaikan masalah? Apa gunanya duduk di meja dan berpikir?”

Tapi... Suatu hari Sayyid Quthb membaca lagi tulisan-tulisannya sendiri yang telah lama ia buat. Beberapa prediksi, di antara tulisan tersebut ia temui menjadi kenyataan. Sebuah kenyataan yang membuat Sayyid Quthb tak berhenti menulis. Tak berhenti menghitung-hitung masa depan. Tak berhenti membangunkan manusia dan melakukan persiapan menyambut pertempuran yang akan datang. “Kekuatan kata-kata membuat saya terkejut. Mimpi-mimpi di masa lalu telah menjadi kenyataan yang bisa diraba kini,” ujar Sayyid Quthb.

Mungkin bagi penulis sejati, ketika ruang dan waktu menahannya untuk menulis, ia akan tetap menulis. Atau ketika kelelahan menyergap, saatnya reuni dengan hati menyapa untuk kembali semerbak. Seperti penjara bukanlah tempat untuk berhenti menulis. Ketiadaan pena, bukanlah alasan untuk tidak menulis. Atau ketika kebenaran dihalangi kecurangan. Atau ketika cahaya di hati ditutupi kegelapan tirani.

Ya, menulis layaknya bercerita tentang malam kepada sang malam, menulis layaknya mengutarakan isi hati yang tersimpan untuk membuka yang tertutup. Menulis layaknya untuk diri sendiri tapi menyentuh hati yang lain. Dan ketika lelah menyergap, kelak engkau akan kembali dibangkitkannya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

http://alfach.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Achmad Fachrie sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Riesna | I'm Real Jobless
KotaSantri.com adalah situs keren yang memungkinkan kamu mengetahui dan mempelajari ilmu agama Islam lebih jauh, mudah, dan mengena. Di sini juga kamu bisa saling bersilaturahmi dengan para santri, melalui email dan chatting room yang tak kalah keren!
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1168 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels