Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
Alamat Akun
http://alfach.kotasantri.com
Bergabung
3 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Ciputat - DKI Jakarta
Pekerjaan
IT Consultant
Alfach adalah 'nama' lain dari Achmad Fachrie atau dikenal sebagai Fachri. Nothing special with me, just try to be my self dan mencoba meraih ridhaNya. Saya hanya seseorang yang biasa saja yang ingin belajar dan berkembang, yang ingin bergerak dan berkontribusi.
http://alfach.com
alfachrie
alfcah02
alfachrie@gmail.com
Tulisan Achmad Lainnya
Mempersiapkan Ramadhan
14 Agustus 2009 pukul 17:30 WIB
Melepas
4 Agustus 2009 pukul 17:10 WIB
Ku Tak Bisa Menulis!
20 Juli 2009 pukul 17:30 WIB
Belajar Menerima
7 Juli 2009 pukul 17:00 WIB
Berhenti Menulis
24 Juni 2009 pukul 15:08 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 28 Agustus 2009 pukul 17:10 WIB

Membersamai Pilihan KarenaNya

Penulis : Achmad Fachrie

Perjalanan selalu menyimpan berbagai pertanyaan ketika kita dihadapkan pada pilihan untuk kita pilih. Terkadang di satu waktu, pilihan itu seakan terlihat dengan jelas. Namun di satu waktu lain, pilihan itu terlihat menyamar. Sehingga terkadang mengaburkan cita dalam ragu untuk melangkah lebih jauh. Manakah yang terbaik untuk kita? Itulah pertanyaan yang sering diajukan kepada setiap hati yang meragu.

Setiap pilihan selalu menyimpan arah, setiap pilihan selalu menyimpan konsekuensi, setiap pilihan selalu menyimpan pilihan lainnya yang mengikuti, dan setiap pilihan berarti melepas pilihan yang lain. Ada kalanya di satu waktu ketika kita begitu mengharapkan sebuah cita, maka kita memintanya agar cepat terwujud. Padahal belum tentu dengan cepatnya terwujud sebuah cita, akan membawa kebaikan untuk kita. Tapi ada kalanya pula suatu yang begitu kita harapkan, datang pada saat yang tak terduga.

Ada kalanya cita itu mewujud dalam nikmat hingga kita mengucapkan rasa syukur, hamdalah. Tapi ada kalanya pula ketika cita itu mewujud dalam kehilangan, maka kita mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, karena setiap yang sesungguhnya terjadi merupakan bagian dari rencanaNya, dan sikap yang terbaik atas setiap yang terjadi adalah menyandarkan kepadaNya.

Mungkin berat ketika kita justru dihadapkan atas sesuatu yang tidak terduga. Walau begitu, sesungguhnya waktu tidak pernah mengarahkan kita pada rasa sakit, tapi terkadang kitalah yang membentuk rasa sakit untuk menghampiri kita, karena dalam setiap respon selalu ada ruang untuk memilih antara menerima atau menolaknya, bertahan atau meninggalkan pergi, terpuruk atau bangkit, karena dalam setiap pilihan pula selalu ada kemandirian yang bisa kita pilih.

Lalu dalam setiap pilihan hidup seorang mukmin, selalu tersedia istikharah kepadaNya, karena terkadang bukan masalah diberi atau tidak diberi dariNya. Urusannya bukan diberi sesuai dengan yang kita minta atau diberi yang lain, tapi bagaimana Allah memberi. Apakah diulurkan dengan lembut penuh cinta, atau dilempar ke muka penuh murka, karena bisa saja cita kita terwujud sesuai yang kita inginkan, tapi rasa dan dampaknya berbeda. Atau bisa saja yang diberi kepada kita berbeda keinginan, tapi ternyata dampaknya terasa jauh melampaui yang diinginkan. Di situlah pilihan yang pada akhirnya mewujud dan beriringan dengan yang namanya berkah.

Karena dalam setiap pilihan selalu ada pilihan bertaqwa yang mendatangkan berkahNya.

Referensi : Jalan Cinta Para Pejuang - Salim A Fillah

http://alfach.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Achmad Fachrie sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Salsabila | Mahasiswi
Subhanallah... Walhamdulillah... Sarana dari KSC lengkap banget. Semoga bermanfaat buat kita. Amin...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1065 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels