|
QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Kamis, 26 Juli 2012 pukul 13:00 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Banyak muslimah yang beranggapan salah mengenai jilbab. Yakni, sebelum benar-benar mengenakan jilbab untuk menutupi auratnya, seharusnya hati dijilbabi terlebih dahulu, karena hati adalah pangkal utama dari perbuatan. Benarkah demikian?
Tidak, saudariku! Bukan begitu cara pandang yang tepat untuk hal ini. Dua konteks yang berbeda dijadikan dalam satu tema. Memang idealnya begitu, jilbab diri cerminan “jilbab” hati. Namun bukankah perintah-Nya tentang bagaimana wanita Islam memperlakukan fisiknya telah jelas?
Ya! Bahwa tak ada yang boleh terlihat selain mahram, kecuali muka dan telapak tangan. Tak ada satu ayat atau hadits-pun yang tak memantaskan wanita Islam untuk menutup aurat karena kondisi hati dan akhlak. Ini tentang fisikmu, saudariku. Fisikmu!
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.