|
QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Kamis, 21 Juni 2012 pukul 11:30 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Pernah dengar kisah cintanya sahabat Salman Al-Farisi yang tak hanya menyejarah, tapi juga seperti cerita di negeri dongeng?
Hampir semua yang mendengar berdecak kagum pada sosok ini. Begitu "legowonya" beliau menerima kenyataan kalau wanita shalihah yang dipinangnya justru memilih orang lain, bukan sembarang orang lain. Pasalnya yang dipilih adalah justru orang yang meminangkan untuk dirinya. Ya, temannya sendiri yang waktu itu mengantarkannya dan mewakilkan dirinya meminang wanita itu. Terbayang bagaimana dahsyatnya peristiwa itu kalau hanya untuk sekedar memberikan guncangan pada hati.
Namun, kita tinggalkan dulu hebatnya hati Salman Al-Farisi. Sebagai sesama kaum hawa, perhatian saya juga tertuju pada wanita shalihah tersebut.
Saya membayangkan bagaimana rasanya wanita shalihah itu di balik tabir, yang sedang dalam keadaan berdelima riya.
Seorang lelaki shalih telah datang menawarkan tempat labuhan. Tak ada alasan syar'i untuk menolak pinangan. Namun, adakah yang bisa mengerti perasaannya kala itu? Mungkin ia telah pasrah pada ayahanda yang berkuasa atas dirinya. Menerima keputusan yang memang baik. Dan ternyata, ketika sang ayah justru menyerahkan keputusan pada dirinya, ia mengubah kepasrahan itu menjadi keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya.
Saya membayangkan, bagaimana berat hatinya berjuang untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya ada di benak. Sang wanita shalihah, menolak pinangan itu. Menolak seorang lelaki shalih karena telah memiliki kecenderungan hati pada lelaki shalih lainnya.
Ia, berhasil jujur pada dirinya sendiri.
Kecenderungan hati. Barangkali itu jawaban atas segala tanya pada siapa saja yang sampai saat ini belum bisa menerima orang lain dalam hidupnya. Meski mungkin tak semua diawali dengan itu, namun pada kenyataannya itu yang sering terjadi.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.