QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Merengkuhmu dalam Dekap Penghambaan
27 Agustus 2009 pukul 17:00 WIB
Mengistirahatkan Jiwa
25 Agustus 2009 pukul 18:00 WIB
Tawazun dalam Keteraturan Gerak
19 Agustus 2009 pukul 15:00 WIB
Meraba Ketulusan, Adakah Bagian yang Hilang?
17 Agustus 2009 pukul 18:00 WIB
Sambut Ramadhan
14 Agustus 2009 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 3 September 2009 pukul 20:00 WIB

Menjadi Wanita Indah

Penulis : Rifatul Farida

Menjadi wanita, adalah anugerah terindah dan keindahan yang menjadi perhiasan dunia. Menjadi wanita shalihah, adalah menjadi sosok tangguh dan istiqamah dalam aura kasih dan kelembutan, yang lahir dari rahim ketaatan pada Rabb-nya. Karenanya, menjadi wanita adalah amanah yang harus dijaga, dan kesempatan yang tak selayaknya disia-siakan.

Peran kewanitaan itu, yang menjadi hasil akhir siapa kemudian kita. Peran kewanitaan yang benar tentunya, yang menjadikan kita istimewa di setiap pandang mata, mencipta sekat jelas antara batas benar dan salah, layak dan tidak layak, mulia dan hina.

Memamerkan lekuk tubuh dan kemilau rambut mungkin kebanggaan di mata umum, tapi sungguh, itu adalah kemurkaan di mata Allah SWT. Sementara jelas aturan itu telah ditetapkan, tentang bagaimana seharusnya wanita menutup aurat, bagian-bagian yang hanya halal oleh lelaki yang telah mengikatnya dalam mitsaqan ghalidza.

Menjadi wanita, adalah menjadi lokomotif bagi tumbuhnya jiwa-jwa baru, itulah sebabnya mengapa wanita disebut-sebut sang Nabi SAW sebagai tiang Negara, bahkan berperan besar dalam terciptanya peradaban manusia. Dan pada kenyataanya sejarah telah membuktikan demikian, bahwa selalu ada wanita hebat di belakang lelaki hebat.

Mulianya wanita, hingga surga pun di bawah telapak kakinya. Beruntungnya wanita, yang disebut tiga kali sebelum akhirnya lelaki ketika seorang sahabat bertanya pada kekasih Allah, siapakah yang seharusnya ia hormati. Dan terjaganya wanita dalam keshalihahan, hingga ia menjelma menjadi perhiasan terindah dunia.

Namun, di sisi garis yang lain, ketika menjadi satu penyusun kalimat dalam rangkai kata harta, tahta, wanita. Maka itu adalah bahasa kehancuran bagi kaum adam yang penuh gejolak nafsu duniawi. Wanita, yang telah mengambil peran kewanitaannya sebagai senjata syetan, senjata paling mematikan yang pernah ada dalam sejarah manusia.

Ya, sekat itu jelas. Peranan yang satu menjadikannya sebagai perhiasan terindah, sedang yang lainnya sebagai senjata syetan. Mau berada di sisi yang mana kita, itu adalah pilihan. Dan pilihan hanya sebatas tawaran. Tak ada yang memaksa di sini. Namun ingatlah ini, bahwa setiap hal yang terlakukan, setiap pilihan yang diputuskan, harus dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Pemilik alam raya, sebuah ketetapan yang tak bisa ditawar.

Dan sejatinya, menjadi wanita indah, adalah menjadi muslimah.

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eni Sumartini | Dosen Keperawatan
Alhamdulillah, tulisannya baik, semoga jadi amal shaleh yang tidak terputus. Amin.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1191 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels