|
Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Kamis, 27 Agustus 2009 pukul 17:00 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Apa yang kini kiranya harus kukatakan, jika gerak dalam wujud nyata diri merefleksikan dengan sempurna? Nada mana lagi yang harus kugubah, jika semua nada berpadu harmonis dalam irama jiwa? Mendendangkan decak-decak kekaguman akan pesona kalbu dari yang Mahaindah.
Sahabatku, lihatlah langit tegak tanpa tiang, tidakkah ada rasa di hatimu mengaguminya? Hamparan bumi dengan beraneka rupa dan warna, di manakah kau lupakan kekerdilanmu di hadapanNya?
Mari... Sambut uluran tangan ini, agar dapat kuceritakan tentang indahnya rekah mawar, romantisme hujan, pesona langit, dan sempurnanya purnama serta beraneka episode hati penyejuk jiwa. Mengusap kepingan-kepingan waktu dari kehidupan nyawa dalam detik yang berulang menjadi menit, menit yang berulang menjadi jam, jam yang berulang menjadi hari, dan seterusnya hingga tak ada lagi keping waktu yang tersisa, dengan kecup lembut ketulusan, dekap erat kerihaan, dan kemesraan berkhalwat denganNya dalam sunyi syahdu sepertiga malam.
Agar dapat serta kuajak kau terbang tinggi mendengar tasbih gemintang, mengintip sujud malaikat, dan membisikkan tentang indah kata cinta, seindah yang tersimpan di dalam hati. Meleburkan asa dalam satu warna Ilahiyah, bersama memandang takjub kemahaagunganNya.
Rasa ini, semoga segera merengkuhmu dalam dekap penghambaan. Aamin...
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.