|
Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
|
|
|
ferryhadary |





Selasa, 4 Mei 2010 pukul 20:45 WIB
Penulis : Ferry Hadary
Dahulu kala, di Jepang terdapat sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh para petani miskin yang disebut 'Ubasute', yaitu membuang orangtua mereka yang telah lanjut usia di daerah pegunungan. Hal ini dilakukan karena mereka terlalu miskin untuk menghidupi orangtua mereka. Cerita ini adalah cerita kuno dan di masa ini tentu saja tidak dilakukan hal seperti itu.
Pada hari itu, seorang ibu tua dengan digendong oleh puteranya berangkat menuju gunung untuk 'disisihkan'. Namun, selama perjalanan ia mematahkan ranting-ranting dan menjatuhkannya. Ketika ditanya oleh puteranya, ia menjawab, "Agar kau tidak tersesat pada waktu kembali ke desa." Mendengar hal itu, puteranya terharu dan menangis lalu menggendong ibunya dan kembali ke rumah mereka.
Hikmah apa yang dapat kita ambil dari kisah di atas? Tentu banyak sekali, melimpah bagaikan air yang mengucur, mengalir deras ke sebuah telaga hati. Hikmah betapa kasih sayang orangtua kita tak akan luntur sepanjang zaman, walaupun mungkin kita sendiri telah menjadi orangtua dari anak-anak kita.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ferry Hadary sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.