HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://nadia_aslima.kotasantri.com
Bergabung
4 Mei 2009 pukul 00:01 WIB
Domisili
Padang - Sumatera Barat
Pekerjaan
pendidik dan pengajar
Nama aslinya Widia Febriyeni. Seorang muslimah yang menyukai dunia kata dan ingin menekuninya. Saat ini aktif mengikuti penulisan buku antologi di FB. Tumbuhkan hikmah dengan menulis, petiklah hikmah dengan membaca!
http://nadiaaslima.wordpress.com
nadiaaslima@yahoo.co.id
http://facebook.com/widia.aslima
Tulisan Widia Lainnya
Bahagia karena Menulis atau Sebaliknya?
2 November 2012 pukul 20:00 WIB
Katanya Kau Cinta?
2 November 2012 pukul 16:00 WIB
Cendol Air Mata Pengantin
28 Oktober 2012 pukul 13:30 WIB
Musuh yang Jadi Idola (1)
27 Oktober 2012 pukul 13:00 WIB
Demi Wajah-Wajah Lucu
22 Oktober 2012 pukul 14:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Senin, 5 November 2012 pukul 12:00 WIB

Engkau Ibu dan Ia pun Ibu

Penulis : Widia Aslima

Ibu, betapa banyak lagu yang bercerita tentang dirimu. Lagu Ibu oleh Marshanda dan lagu Ibu OST. Hafalan Shalat Delisa contohnya. Semua lagu yang menceritakan perjuanganmu memang begitu sejatinya. Walau, ada juga kekhilafan yang kau lakukan. Hal itu aku maklumi karena bagaimanapun juga kau tetap manusia biasa, bukan bidadari yang jatuh dari surga. Malah, engkaulah pemilik pintu surga, bagi anakmu yang mau menemukan kuncinya.

Ibu, aku lihat anak-anakmu sudah menjadi ibu pula seperti dirimu. Menahan beban dan berbagai rasa selama sembilan bulan. Menahan sakit ketika melahirkan. Menahan kantuk di waktu malam. Tangannya bermandikan keringat dan kotoran. Menyiapkan sarapan dan makanan. Kadang-kadang si anakpun tak mau makan. Setiap saat maunya bermain dan berjalan-jalan. Walaupun sesekali keluar juga kemarahannya karena tak sabaran.

Namun, aku perhatikan pula anak-anakmu yang sudah menjadi ibu seperti dirimu itu. Ia tak bisa mengambil pelajaran. Masih suka membentakmu. Tidak bisa berkata manis dan lembut kepadamu. Permintaan tolongmu seolah-olah memberatkannya. Padahal permintaanmu tidaklah serumit permintaannya di waktu kecil. Bahkan anaknyapun, cucumu dititipkan di taman pengasuhanmu. Lengkaplah sudah! Aku heran kenapa ia tak juga mengambil pelajaran?

Ibu, suatu saat nanti jika Allah menakdirkan aku menjadi seperti dirimu, izinkan aku bisa mengambil pelajaran dari apa yang telah kau lakukan untukku. Beribu terima kasihku tidak akan mampu membalas segala kebaikanmu. Hanya berjuta maaf memohon keridhaanmu.

http://nadiaaslima.wordpress.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Widia Aslima sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Akhmad Muhaimin Azzet | Penulis
Membaca-baca di KotaSantri.com, di samping memetik motivasi dan inspirasi, betapa terasa damai di dada. Sungguh. Beginilah bila akhlak mulia yang dijunjung dan dijaga. Alhamdulillah...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0964 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels