|
HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
|
|
|
http://nadiaaslima.wordpress.com |
|
nadiaaslima@yahoo.co.id |
|
http://facebook.com/widia.aslima |





Sabtu, 27 Oktober 2012 pukul 13:00 WIB
Penulis : Widia Aslima
Ada saatnya manusia membutuhkan idola hidup yang mengisi ruang hampa di dalam kalbu dan untuk menemukan jati diri. Sang idola yang tidak pernah puas dilihat dan dimpikan, namun juga dijadikan acuan dan teman dalam menjalani kehidupan. Akan tetapi ada kalanya manusia tertipu dan tidak menyadari bahwa idola yang selama ini dipuja, ternyata musuh dalam selimut yang siap menghunus pedang menebas cahaya kehidupan.Tiadalah propaganda itu disebarkan oleh kaum yang benci akan agama yang membawa keselamatan ini.
Allah berfirman, “Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela padamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, ’Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (sebenarnya).’ Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” (QS. 2 : 120).
Luqman Haqani menuliskan betapa banyak idola yang ditatap dalam penokohannya seperti artis, paranormal, pemimpin, politikus, ilmuwan, dan tokoh idola lainnya.
***
Publik Figur, yang Mahsyur yang Bikin Ngawur
Popularitas atau kemahsyuran di zaman sekarang ini menjadi sesuatu yang sering dikejar orang. Mungkin karena popularitas memudahkan seseorang meraih impian. Popularitas juga membuat seseorang jadi trend setter. Penampilannya dijadikan model. Katanya dijadikan petuah. Gaya hidupnya dijadikan standar berperilaku.
Artis. Lihatlah, setiap konser selalu ramai didatangi anak-anak muda. Tak peduli adanya korban dari tragedi konser sebelum-sebelumnya. Lihat histerianya ketika mengagumi artis di saat itu atau di acara-acara televisi. Mereka tidak malu berdesak-desakan, berpelukan dan berciuman dengan lawan jenis yang diharamkan. Penampilannya ditiru, seperti model rambut dan pakaian, walaupun harus buka aurat. Gaya bicaranya juga ditiru hingga sisi kehidupan artis yang paling pribadi.
Paranormal/dukun. Banyak yang berdalih, dia punya kekuatan supranatural, punya indera keenam. Ternyata rasionaitas manusia modern hanyalah sebuah pengakuan semu. Buktinya masih banyak media yang menayangkan komentar paranormal tentang gambaran kehidupan yang akan datang ataupun peristiwa yang sedang hangat-hangatnya. Masih banyak media yang memuat peruntungan manusia sesuai dengan waktu kelahirannya. Anehnya, masih banyak juga yang mempercayainya walaupun mengaku beragama.
Pemimpin. Walaupun Adolf Hitler, Karl Marx, dan lainnya telah meninggal, namun masih banyak yang menyimpan potongan arsip tentang mereka secara nyata atau dalam pemikiran. Hal itu karena rasa ‘kagum’ terhadap pola kepemimpinan mereka. Di Negara kita ini banyak yang seperti itu. Pemimpin yang suka berpidato omong kosong untuk orang lain dan lupa untuk dirinya. Tidak punya prinsip. Perkataannya bertentangan dengan ajaran agama. Segalanya hanya bersifat ritual. Kepentingan masyarakat sering dijadikan alasan semata supaya dipuja.
Ilmuwan sesat. Mereka dianggap telah memberikan kontribusi besar bagi ilmu pengetahuan untuk kehidupan manusia di dunia. Padahal kenyataannya mereka menghancurkan dunia. Mereka menistakan fakta dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Padahal Al-Qur'an lebih dulu diciptakan daripada mereka. Teori kapital komunis Karl Marx dan teori evolusi Darwin di antaranya yang telah menyesatkan dunia pendidikan kita.
Bukankah idola kita sudah tertulis dalam Al-Qur'an, yakni nabi Muhammad SAW? Kembalilah pada petunjuk-Nya! Kelak kau akan menemukan identitas sejatimu.
http://nadiaaslima.wordpress.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Widia Aslima sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.