|
HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
|
|
|
http://nadiaaslima.wordpress.com |
|
nadiaaslima@yahoo.co.id |
|
http://facebook.com/widia.aslima |





Jum'at, 2 November 2012 pukul 16:00 WIB
Penulis : Widia Aslima
Katanya kau cinta? Mengapa ketika Dia memanggil dengan suara yang merdu, kau tidak segera berlari kepada-Nya? Padahal Dia menunggumu dengan penuh kesabaran. Tuh, tangan-Nya sudah terbuka untuk menyalami dan memelukmu. Namun, kau masih asyik dengan yang lain. Sungguh, kau telah mengecewakan-Nya!
Katanya kau cinta? Mengapa berat sekali tanganmu untuk membuka surat cinta dari-Nya. Ahh, satu lembar saja sudah bosan! Satu hari cuma bisa baca satu lembar? Payah! Koran dan buku berlembar-lembar habis kau baca dalam waktu sekejap. Sungguh tidak adil!
Katanya kau cinta? Mengapa undangan-Nya untuk bertemu di malam yang dingin dan sunyi tidak kau gubris? Itu undangan spesial, tahu? Di sana hanya ada kau dan Dia. Seperti janji yang telah diutarakan-Nya padamu, Ia akan memenuhi permintaanmu di saat seperti ini. Tunggu apa lagi? Mintalah apa yang kau mau! Bergegaslah! Bangun dan pergilah!
Katanya kau cinta? Mana buktinya? Bukankah kalau cinta, mau lakukan apapun yang Dia suka? Bukankah kalau benar-benar cinta, rela lakukan apapun yang buat kau dekat dengan-Nya?
Wahai diri, berapa lama lagi kau kan terus begini?
http://nadiaaslima.wordpress.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Widia Aslima sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.