|
Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
|





Senin, 21 Februari 2011 pukul 12:12 WIB
Penulis : Aris Solikhah
Pukul 00.00, canda tawa di kamar sebelah membangunkan tidur malamku. Masih separuh waktu. Aku mencoba tidur kembali. Tiba-tiba SMS masuk, mengusik telinga. Walau, Aku tak sempat membacanya lengkap. Aku bisa menerkanya siapa pengirimnya. Maaf bagi pengirimnya. Tanpa sengaja aku telah memencet delete. Yang kutahu di bagian atas tertulis, Mbakku Happy Birthday, Semoga... hilang. Aku tahu, apa maksudnya. Petikan atas SMS itu mengingatkan, hari ini aku telah bertambah usia. Hampir-hampir, aku melupakan tanggal kelahiranku sendiri. Sengaja.
Pagi hari datang, aku tak menyadari, sebuah kado biru terbungkus rapi di atas meja belajar. Sebuah handuk hijau. Aku berterima kasih sekali padamu. Engkau perhatian sekali padaku. Tapi, maaf aku belum cukup terhibur. Aku ingin hadiah istimewa sejak tadi malam dari Tuhanku. Keajaiban. Sejak, SMS-mu itu, aku menginginkan hadiah khusus.
Aku seperti dibangunkan dari mimpi panjang. Hari ini, aku tidak ingin menjalaninya. Tanggal ini, aku ingin melupakannya. Tak seperti dulu, aku membuat plan setahun ke depan. Hari ini aku tidak melakukannya. Kukira, aku sedang dilanda rasa putus asa. Banyak target tak tercapai kemarin. Lalu untuk apa kubuat plan lagi. Aku ingin menikmati hidup mengalir, apa adanya. Sederhana. Aku ingin pulang. Tapi aku tak tahu ke mana, aku kehilangan jalan. Setelah sekian lama aku menjalaninya.
Satu-satunya yang membuatku sadar dan bertahan, adalah diskusi kecil kami, Minggu sore sebelumnya. "Hidup itu mahal. Tak ada seorang pun yang mau menukar anugerah hidup dengan apa pun," ujar mbak Agustin lirih. Maka jangan disia-siakan dan dibiarkan berlalu tanpa kesan.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aris Solikhah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.