|
Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
|





Rabu, 12 Januari 2011 pukul 19:00 WIB
Penulis : Aris Solikhah
Di antara kerutan wajah ramah
Tersembunyi taring tajam
Setiap kali kesempatan merobek pelan
Berapa lama Sang Pandir berjalan
Sedang waktu ajal tak menentu
Takkah malu dirinya
Mendzalimi hamba yang berdo'a
Salahkah hamba mencinta Pencipta
Tanpa luruh mengatakan
Aku rindu Islam
Sang Pandir sombong mengusik bumi
Berharap surga menawan
Sedang perutnya bersemayam
Hak orang lain
Telah lama Sang Pandir berdusta
Rabb, andai ia tahu
Kemarahan ini memuncak
Takkah Sang Pandir tahu
Hanya kepada Maha Pelindung
Hamba menyulam malam
Sesungguhnya hamba yakin
Tiada lebih dzalim
Dari pembalasan si Pandir yang dzalim
Selain Mahakeras Azab-Nya
Pada orang yang sangat dzalim
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aris Solikhah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.