QS. Al-'Ankabuut : 64 : "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui."
Alamat Akun
http://abuaufa.kotasantri.com
Bergabung
6 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Pontianak - Kalimantan Barat
Pekerjaan
Lecturer
Abu Aufa, nama pena itu yang digunakan dalam setiap goresan penanya. Terlahir 38 tahun silam dengan nama Ferry Hadary, ia adalah suami dari Mirya Emeralda, serta abi dari Hikari Aufa Rafiqi (Aufa, almarhum) dan Zafirah Asy Syifa (Asy Syifa, 1 tahun 9 bulan). Anak ke-2 dari 4 bersaudara ini, lahir …
ferryhadary
Tulisan Ferry Lainnya
Karena Kau Cintaku
31 Mei 2010 pukul 17:30 WIB
Bunda, Aku Ingin Menikah
30 Mei 2010 pukul 17:00 WIB
Penulis yang Cerdas dan Kaya
15 Mei 2010 pukul 19:15 WIB
Ubasute No Hanashi
4 Mei 2010 pukul 20:45 WIB
Duka Telah Memagut Cinta
26 April 2010 pukul 18:22 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Senin, 5 Juli 2010 pukul 17:30 WIB

Gadis Cantik yang Begitu Mencintaiku

Penulis : Ferry Hadary

Aku terpekur dalam cinta ketika menatap wajahmu
Dibalut sunyi yang khusyuk, jiwa dan raga semakin merunduk
Duhai, cahaya mataku
Adakah dikau selalu meneduhkan hati, pelipur rindu?

Mata indahnya sering kali menatapku dengan kerinduan membuncah. Binar dari balik tirai lentik bulu mata itu pun senantiasa ada jutaan pendar cinta. Selalu pula bibir mungilnya terukir sebentuk senyum merekah. Tak lama kemudian, ia akan menghambur ke pelukan. Mendekapku dengan manja seraya memberikan ciuman di pipi kiri dan kanan, muaaah.

Gadis cantik itu begitu mencintaiku dan selalu ingin bersama. Setiap ada kesempatan, diikutinya langkah kaki ini saat akan melangkah pergi. Karena itu wajahnya tak urung cemberut ketika melihatku harus pergi ke kampus. Namun dari balkon lantai dua International House, ia tak pernah lupa melambaikan tangan. Ketika malam menjelang dan kemudian terdengar bel berdentang, gadis itu dengan setengah berlari menuju ke arah pintu. Bersorak girang, kemudian mencium tangan untuk menyambut kepulanganku.

Terkadang pula ia telah terlelap di tempat tidur ketika aku terpaksa pulang di malam yang larut. Sejenak aku terpekur di sisinya untuk sekedar menikmati wajahnya yang damai dan bahagia. Karena rasa rindu serta cinta, selalu kubelai rambutnya yang bergelombang. Tak lupa kecupan lembut di keningnya.

Cinta memang tumbuh dan berkembang karena yang dicintai selalu ada di samping kita. Karena itulah, di hari libur sering kami habiskan waktu bersama. Satu sepeda berdua, menikmati indahnya kota tua Iizuka. Ia pun senang jika mendengarkan aku berdendang. Tak jarang pula mulutnya mencoba menirukan lagu yang kunyanyikan.

Koen ni, hei! Ikimashou, hei... hei... (Hei, mari pergi ke taman).

Minna de ikimashou, let's go! (Mari pergi bersama-sama, ayo!).

Sering pula berganti dengan nasyid Persembahan-nya Izzatul Islam.

Allahu akbar, Allahu akbar (3x)

Jalan ini jalan panjang penuh aral nan melintang
Namun jua kau lalui tuk Illahi
Walaupun rasa terdera raga berpeluh terluka
Langkah tak surut berpacu tuk syahid jalan dituju

Terdengar jernih suaranya mengikuti. Tak jelas kata terucap, hanya teriakan huwaa... ba!!! Menirukan takbir Allahu Akbar!!!

Gadis cantik itu mencintaiku karena aku pun mencintainya. Bukankah cinta sejati senantiasa terbalas pula dengan cinta? Apatah lagi ia adalah cahaya mataku yang cantik, amanah cinta kami berdua, Zafirah Asy-Syifa. Tentu saja ia laksana putri raja nan jelita bagi Abi dan Ummi-nya, karena setiap buah hati kita pastilah yang tertampan atau tercantik di dunia. Mereka pun anugerah terindah dan berharga bagi setiap orangtua. Lahir dan tumbuh karena kemahasempurnaan Sang Pencipta.

Pun, Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa pada setiap pohon terdapat buah dan buahnya hati adalah anak. Bahkan, Allah SWT tak akan mengasihi mereka yang tidak mengasihi anaknya, karena itulah aku belajar mendidik Asy-Syifa dengan kasih dan cinta. Dan aku yakin pula, seorang anak juga akan belajar dari apa yang orangtua ajarkan terhadap dirinya.

Sebagaimana mereka tumbuh dalam cacian, maka ia akan menjadi orang yang gemar mencaci. Bila tumbuh dalam keluarga yang kering terhadap apresiasi, akan sulit rasanya berharap ia memberikan juga apresiasinya kepada orang lain. Dan jika anak tersebut tumbuh dalam nuansa penuh curahan kasih sayang dan cinta, kelak ia pun akan menjadi seseorang yang senang mencintai.

Nak...
Kalaulah engkau tahu, begitu besar cintaku kepadamu. Dan, aku pun sadar akan cintamu kepadaku. Cintailah aku sebagaimana aku pun mencintaimu. Namun, semoga itu tak melalaikan cinta kita kepada Sang Pemilik Cinta, karena aku dan dirimu tak akan pernah ada jika bukan karena cinta-Nya.

Wallahu a'lamu bish-shawab.

Catatan
Iizuka : Nama sebuah kota kecil yang terletak di tengah-tengah Fukuoka Prefecture, Pulau Kyushu, Jepang.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ferry Hadary sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eko | Karyawan BUMN
Alhamdulillah bisa bergabung lagi setelah 6 bulan aku off. Tulisannya bisa menggugah perasaan kita. Lanjutkan, saudaraku!
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1165 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels