|
QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
|
|
latape2003@gmail.com |
|
latape2003 |
|
|
la_tape2003 |
|
latape2003 |
|
latape2003@gmail.com |
|
http://twitter.com/latape2003 |





Oleh Abdul Latief Sukyan
Setelah menunaikan shalat Jumat, para jamaah bagaikan menyemut memenuhi rumah makan yang memang terletak tidak begitu jauh dan hampir searah dengan pintu masjid. Suasana di rumah makan itu tampak ramai dengan orang-orang yang keluar masuk, dan suara gaduh orang yang memesan makanan siang, aku pesan lima ayam panggang, teriak seseorang sambil menyodorkan uang ratusan dirham, mana pesananku ? ini ternyata tidak ada nasinya, ungkapnya dengan nada keras.
Para pelayan yang setiap detik menerima orderan, tampak cukup cekatan dan cepat, sehingga walaupun banyak orang yang pesan, mereka mampu melayani dengan cepat, hanya saja terkadang para pembeli yang tidak mau antri sesuai siapa yang terlebih dahulu memesan, membuat sebagian lainnya menjadi marah.
Ada seorang pembeli yang amarahnya memuncak karena ia merasa pesanannya diambil oleh orang yang baru datang, kamu ini binatang, kamu tidak melihat sejak tadi aku mengantri ! teriaknya tepat di muka orang yang sudah menerima bungkusan pesanan nasi khas timur tengah.
Merasa dihina dihadapan orang lain, ia kembali membalas dengan sumpah serapah, sambil mengacung-acungkan tangannya ke atas, tak satupun mampu melerasi percekcokan itu, teriak shalawat akan kedua berhenti, tampaknya kali ini tidak mendapatkan tempat pada telinga keduanya.
Orang tua bertongkat memasuki rumah makan tersebut, ketika mendengar ribut-ribut, ia mendekati dan berkata : kedua saudaraku, beberapa menit lalu kita keluar dari masjid, beberapa menit yang lalu kita mendengarkan petuah takwa, orang tua itu terus beristighfar dan mengakhiri ucapannya : maafkan aku bila terasa menasehati kalian berdua, tapi masalah kecil ini kenapa menjadi beranjak menjadi memanas, bukankah kita bersaudara, lalu ia membuka kulkas membeli yogurt kesukaannya.
Kejadian diatas aku ceritakan pada temanku, temanku serta merta tertawa dan berkata : sudah biasa kawan, takwa itu kan bertempat di masjid, sementara di luar masjid, yang menjadi penguasa kita adalah nafsu, amarah, keduniawian dan yang sejenisnya yang telah mampu memenjarakan ketakwaan kita.
Aku menyanggah, adakah mereka pernah mendengar seruan sabda nabi : jangan Anda marah, jangan Anda marah
Temanku menepuk pundakku, nasehat dari hati akan masuk ke hati, nasehat tindakan akan menjadi panutan, ucapannya bersemangat
Lalu aku pun setuju mengangguk
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---