HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Catatan Abdul Lainnya
Sebungkus permen dan kesalahan kita
14 Maret 2012 pukul 19:07 WIB
Bekerja dengan kepribadian
10 Maret 2012 pukul 20:08 WIB
Anakku
10 Maret 2012 pukul 20:03 WIB
Renungkan
16 Januari 2012 pukul 18:48 WIB
Dulu di kampung kami
8 Januari 2012 pukul 19:20 WIB
Catatan
Jum'at, 23 Maret 2012 pukul 10:00 WIB
Pengundang rezeki

Oleh Abdul Latief Sukyan

Di beberapa siaran TV di Indonesia, pernah saya dapati mengenai masalah infak, sedekah dan beragam nama yang digunakan, bahkan di beberapa website memuat masalah sedekah ini, terutama yang sering dikemukan oleh ustadz Yusuf Mansur dalam tausiyahnya.
Kisah dibawah ini ada kaitannya dengan pengundang rezeki dan berikut lengkapnya :

Dikisahkan seorang anak meminta kepada Musa AS agar memohonkan kepada Allah untuk memberikan kekayaan kepadanya

Musa AS kembali bertanya : apakah engkau mau Allah mengayakanmu pada 30 tahun pertama atau 30 tahun terakhir dari umurmu ?

Anak kecil itu bingung dan mulai berfikir memilah dan memilih dua pilihan tersebut hingga akhirnya pilihannya jatuh pada kekayaan di 30 tahun pertama umurnya, dan pilihannya berdasarkan pada keinginannya untuk menikmati kebahagiaan di masa mudanya dengan hartanya. Sebagaimana tidak ada jaminan bahwa hidupnya akan sampai pada umur 60 tahun, akan tetapi ia lupa bahwa masa tua adalah masa yang dipenuhi oleh kelemahan, penyakit dan kepikunan.

Lalu Musa AS memohon kepada Tuhannya dengan sungguh-sungguh agar anak tadi diberikan kekayaan pada awal 30 tahun umurnya.
Anak itu menjadi kaya raya, Allah melimpahkan rezeki yang berlipat-lipat sehingga anak itu menjadi seorang pemuda yang tangguh. Tapi ia tidak melupakan orang lain, bahkan ia menjadi penyebab pembuka rezeki orang lain, ia tidak hanya membantu orang lain dengan hartanya semata, tetapi membantu mereka dalam membangun bisnis mereka, manufaktur dan pertanian mereka.

Sering pula ia menikahkan orang-orang yang tidak mampu, memberi anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan. 30 tahun pertama dari umurnya sudah berlalu dan sekarang mulai beranjak pada 30 tahun berikutnya, dan Musa AS menunggu apa yang akan terjadi pada anak tersebut !!

Tahun-tahun berikutnya berlalu, dan anak itu tetap pada kondisinya semula, bahkan rezekinya bertambah dan kekayaan semakin menggunung.

Lalu Musa bertanya kepada Allah tentang 30 tahun pertama yang telah selesai, Allah berfirman : Aku mendapati hamba-Ku membuka rezeki hamba-hamba-Ku lainnya, maka Aku malu untuk menutup rezeki-Ku kepadanya.

Penyebab utama dalam perluasan dan kelanggengan rezekinya dalam kisah ini adalah karena cintanya terhadap orang lain sebagaimana cintanya terhadap dirinya dan bantuannya terhadap orang fakir dan orang yang membutuhkan, disamping ketawakkalannya kepada Allah serta keimanannya bahwa rezeki ini semata ada di tangan Allah.


Sebagai pengingat diriku sendiri, ada beberapa sebab yang dapat mengundang dan memperluas rezeki, diantaranya adalah :
Silaturrahim, Rasulullah bersabda : Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim.

Berinfak di jalan Allah, dari Nabi Saw bahwa Allah berfirman : “Wahai Anak Adam berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu”

Tidak tertutup sampai disini, tapi masih banyak pintu-pintu rezeki yang akan dibukakan diantaranya melalui berlaku baik terhadap orang lemah dan faqir serta memberikan pertolongan kepada mereka, ini juga merupakan salah satu kunci pembuka pintu rezeki, Rasulullah bersabda : "Bukankah kalian ditolong (dimenangkan) dan diberi rezeki melainkan dengan sebab orang-orang yang lemah di antara kalian?"

Sebagian besar kita mengetahui bahwa pengundang rezeki itu banyak sekali, yang bisa berbentuk berusaha di bumi Allah yang luas ini, bila di suatu tempat engkau tidak mendapatkannya maka berpindahlah ke tempat Allah. Jangan lupa untuk selalu beristighfar kepada Allah, dan coba lihat beberapa keutamaan istighfar yang terdapat dalam surah Nuh ayat 10, 11, 12 : "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

Semoga kisah diatas mampu menyemarakkan diri kita untuk kembali berinfak






Bagikan

--- 0 Komentar ---

aisy_me | Karyawan Swasta
Bagus-bagus tulisannya, menambah semangat dan inspirasi. :)
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0576 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels