|
QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
|
|
latape2003@gmail.com |
|
latape2003 |
|
|
la_tape2003 |
|
latape2003 |
|
latape2003@gmail.com |
|
http://twitter.com/latape2003 |





Oleh Abdul Latief Sukyan
Tetanggaku yang juga saudaraku disebuah kepulauan Indonesia beberapa tahun yang lalu telah diberikan rezeki seorang anak, setelah bertahun-tahun penantian, doa dan pengobatan, akhirnya Allah menganugerahkan kelahiran seorang anak laki-laki yang sehat, anak itu kemudian besar menjadi seorang pemuda yang dituruti semua permintaannya, semua yang mustahil baginya mudah dan ia mendapatkan seratus persen perhatian, cinta dan kasih sayang. Diulang tahunnya ke18 orang tuanya memberikan sebuah mobil dambaannya sebagai hadiah ulang tahunnya, aku harus mencobanya sekarang juga aku sudah tidak sabar, teriaknya dengan mata berbinar.
Ia menaiki, mengendalikan kemudi, menelusi jalan raya dan berlomba dengan waktu dengan mobil barunya, tanpa menoleh dan menengok kecepatan mobilnya, ia memang lihai dan pandai mengemudikan mobil, tapi kali ini ia mengemudikan dengan sangat gila, gila seorang pemuda, tidak peduli dengan mobil yang berlalu lalang, ia melihat dikejauhan ada seorang yang melintasi jalan, seorang tua yang hendak menuju ke mesjid yang berada diseberang jalan, tapi mobil tak mampu dikendalikannya dan nyelonong menabrak pembatas jalan, semuanya terhenti yang mengalir hanya darah membanjiri aspal, suara raungan sirene ambulan dan mobil polisi, semua terhenti dalam sekejap mata.
Disamping jalan orang tua terkapar diatas tanah, nafasnya terengah-engah dan suaranya rendah hampir tak terdengar, orang dikampung itu biasanya memanggilnya haji Marhan bukan karena ia telah berangkat menunaikan ibadah haji, tapi karena kebiasaannya menggunakan peci haji dan pak haji ini tidak pernah terlewatkan untuk shalat jamaah dimasjid diseberang jalan itu, tapi sekarang ia tidak ikut dalam barisan shalat jamaah karena mobil pemuda tadi telah menyentuh badannya dengan kekuatan dan kecepatan sebuah mobil.
Siapa yang tidak ikut bersedih ? kedua orang tua pemuda pemilik mobil baru meneteskan air matanya, anak-anak dan cucu pak haji juga bersedih
Siapa yang bertanggung jawab dalam kecelakaan ini ? pemuda atau orang tua yang hendak menyeberang ke masjid ? atau perlukah menyalahkan takdir ?
Atau kita sudahkan kisah ini dengan sebuah pelajaran : apa sebenarnya yang telah kita berikan kepada buah hati kita ? kepada orang yang paling kita kasihi dan sayangi ? benarkah setiap pemberian, hadiah atau apapun namanya bila tanpa pertimbangan akan berubah menjadi malapetaka ?
Belumlah habis kedua orang tua itu memandangi anaknya yang mulai beranjak dewasa, belumlah puas cucu-cucu kakek ini mendengarkan kisah-kisah hangatnya.
Memelihara rezeki dengan memperbanyak mensyukuri nikmat itu, mendatangkan dan mengundang rezeki dengan berbanyak sedekah begitu pendapat Al Fudhail dalam sebuah tafsir Al Baghawi. Begitulah hendaknya kita memperlakukan pemberian Allah, baik berbentuk anak, dan seterusnya.
Kehidupan milik semua, dan merupakan hak Pencipta adalah untuk menetapkan akhir dari kehidupan ini.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---