|
HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
|
|
latape2003@gmail.com |
|
latape2003 |
|
|
la_tape2003 |
|
latape2003 |
|
latape2003@gmail.com |
|
http://twitter.com/latape2003 |





Oleh Abdul Latief Sukyan
Anak adalah hiasan setiap rumah, mereka adalah harta kehidupan dan inilah merupakan kekayaan yang sebenarnya bagi manusia. Karenanya keluarga yang belum diberikan rezeki keturunan maka mereka akan berusaha semaksimal mungkin dengan doa dan pengobatan agar mereka juga diberikan kesempatan untuk menikmati rezeki yang dinamakan anak. Dalam keseharian keluarga yang tidak diberikan rezeki anak maka mereka juga akan ikut gembira bila ia melihat seorang anak bermain, melintas atau tersenyum dihadapannya, begitulah fitrah kehidupan. Tidak ada kebahagiaan bagi ibu-ibu melebihi dari berada didekat buah hatinya, karena anak adalah harta kekayaan, anak adalah masa kini dan masa depan, anak adalah kenyataan zaman, anak adalah dunia indah manusia dan kemanusiaan, ungkapan indah Ali Bin Abi Thalib berikut ini menegaskan mengenai perlakuan terhadap anak : "Janganlah kalian berlaku kasar kepada anak-anak kalian atas tindakan mereka, karena mereka diciptakan pada zaman mereka yang berbeda dengan zaman kalian".
Terkadang saya bertanya-tanya tentang pemahaman saya terhadap anak dan masa kanak-kanak ? bagaimana mendidik mereka, dan apakah saya bertanggung jawab atas kepribadian mereka dan apakah saya harus menjadikan mereka sebagai photo copy saya ?
Pada sebuah kuliah singkat yang saya ikuti mengenai family guidance di Dubai disebutkan ; bahwa sebenarnya pendidikan anak itu harus menjadikan anak sebagai inti didalam rumah bukan sebagai hiasan semata, sehingga hukuman dan ancaman menjadi suatu hal yang wajib yang harus diberikan kepada mereka. Suatu waktu saya marah kepada anak karena ia ngompol diatas kasur, dengan bijaknya mertua saya yang waktu itu sedang berkunjung (visit) ke rumah kami menyampaikan nasehatnya kepada isteri saya dengan ungkapan : jangan mengambil permasalahan ini dengan amarah, setelah saya coba pahami dan membandingkan dengan beberapa buku referensi ; ternyata perasaan tenang dan nyaman seseorang didalam rumahnya akan berakibat positif bagi perkembangan kehidupannya, dengan kata lain ; jangan membebani anak dengan prinsip militer didalam rumah.
Selanjutnya bahwa anak itu dilahirkan pada masa dan zaman mereka masing masing, mereka hidup sekarang ditengah alam dan dunia modern, sehingga pandangan mereka terhadap kita orang tua bahwa kita adalah orang tua mereka tetapi bukan sebagai alam modern mereka, karena mereka yang lebih tahu mengenai dunia dan kehidupan mereka, sebagai contoh kita tidak dapat mengatakan bahwa kita lebih pandai dari mereka dalam bidang penggunaan tekhnologi modern, karena semua produk modern ini lahir bersama mereka.
Pendidikan anak dirumah haruslah disemai, ditanam, dirawat dan disiram dengan air kejujuran dan kasih sayang, karena dengan keduanya rumah akan menjadi sebuah tempat hangat dan hunian yang damai bagi perkembangan, kecerdasan dan kebahagiaan anak-anak kita, dan jangan lupa perisai dan senjata utama mereka yang berupa akhlak harus kita contohkan dan tauladankan kepada mereka, tanaman inilah yang akan kita petik hasilnya nanti setelah mereka beranjak dewasa dan siap mengaruhi bahtera kehidupan.
Semoga kelak mereka menjadi gambaran dan cita-cita masa depan kita yang mengepakkan sayap-sayap mereka dengan cinta, doa kami : Ya Tuhan kami anugerahilah kami isteri dan keturunan yang dapat menyenangkan pandangan kami dan jadikan kami pemimpin orang-orang yang bertakwa.
Sambil membaca nasehat Ali bin Abi Thalib diatas kami meminta maaf kepada anak-anak kami karena kami pernah berlaku kasar kepadamu.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---