Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Catatan Abdul Lainnya
Sirah Umar Bin Khattab
26 Desember 2011 pukul 18:39 WIB
Seni cinta
25 Desember 2011 pukul 16:55 WIB
Jumanah Sang TKW
23 Desember 2011 pukul 19:39 WIB
Dunia yang berbeda
12 Desember 2011 pukul 18:30 WIB
Burung gagak, guru pertama manusia
12 Desember 2011 pukul 09:33 WIB
Catatan
Selasa, 27 Desember 2011 pukul 19:00 WIB
Menipu berarti menipu diri sendiri

Oleh Abdul Latief Sukyan


Ada sebuah pepatah : "Perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan oleh orang lain"
Belakangan ini semakin canggih saja sebagian orang membuat sebuah metode, cara dan modus operandi penipuan, andaikata mereka mau menggunakan kecanggihan dan penemuan mereka dalam hal yang dapat membantu masyarakat, seperti dalam proses ujian sekolah, perdagangan, dan urusan kehidupan lainnya maka itu lebih utama, lebih bermanfaat dan dapat mendatangkan pahala. Memang tidak ada bedanya antara penipuan dibangku sekolah, dipasar dan penipuan ditempat-tempat lainnya, penipuan di sekolah bertujuan untuk mendapatkan ijazah yang mampu membantunya mendapatkan pekerjaan dan gaji yang layak, sementera penipuan dibidang perdagangan bertujuan untuk mendapatkan dan meraup keuntungan sebesar-besarnya, dan begitu selanjutnya.

Pernah saya menyimak dan menyaksikan sebuah stasiun TV menyiarkan tentang penipuan yang dilakukan oleh pedagang ayam yang disebut ayam tiren (mati kemaren) dengan sekedar mencelupkan ke air yang telah diracik oleh mereka, maka ayam tampak seperti segar kembali, ada juga sebagian pedagang semangka yang dengan lincah dan tanpa malu-malu menggunakan suntikan dengan menggunakan pewarna dan pemanis sehingga semangka terlihat merah dan terasa manis, semua itu terjadi di Indonesia, pelakunya juga warga negara Indonesia dan ditanyangkan disebuah stasiun TV Indonesia.

Bentuk penipuan lainnya yang membuat sibuk para pemerhati pendidikan, pekerja pendidikan dan bahkan kementerian pendidikan sendiri adalah adanya penipuan saat ujian yang disebut joki, bahkan dengan adanya telepon genggam yang mulai menyebar rata dan hampir semua pelajar memilikinya, alat ini telah menjadi pembatu yang taat dalam penipuan, sebagian pelajar menggunakan speaker kecil yang ditempelkan dikupingnya dan dengan bebas berdialog menanyakan tentang soal-soal ujian berikut jawabannya, pelajar ini sebetulnya sangat pandai dalam menggunakan tekhnologi tapi kepandaiannya digunakan bukan pada tempatnya.

Mungkin dalil yang paling tepat buat para penipu adalah sebuah sabda Nabi Saw : "Barang siapa menipu kami maka ia tidak termasuk golongan kami"
Sebagai penutup ; agar saya, kamu, kalian, negara dan bangsa tidak tertipu maka janganlah pernah menipu.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Widia | guru
Semailah hikmah dengan berpikir, tumbuhkan hikmah dengan menulis, dan petiklah hikmah dengan membaca. Semuanya bisa dilakukan di KotaSantri.com. Tampilannya keren, biru menyejukkan. I like it! Tulisannya sederhana, indah, dan sarat makna. Bisa nulis dan bisa baca juga. Semoga selalu memberikan manfaat bagi pengunjungnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0574 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels