|
Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
|
|
latape2003@gmail.com |
|
latape2003 |
|
|
la_tape2003 |
|
latape2003 |
|
latape2003@gmail.com |
|
http://twitter.com/latape2003 |





Oleh Abdul Latief Sukyan
Siapakah ibuku ?
Bagi saya yang selalu mendapatkan hangat pelukan ibu, pandangan penuh perhatian dari sang ayah dan indahnya lingkungan keluarga yang jauh dari hiruk pikuk kesibukan kota, maka pertanyaan diatas tidak perlu saya lontarkan dan tidak perlu mendapatkan jawaban.
Tapi disana, dibawah kolong jembatan, dipinggir dan dipersimpangan jalan raya, digubuk-gubuk samping rel kereta dan disetiap alam kota yang sesak nafas karena polusi udara yang dilahirkan dari kendaraan yang tak terkontrol emisinya, maka pertanyaan ini sering terlontar dan dilontarkan, terlontar dari anak-anak jalanan dan dilontarkan oleh para pengendara mobil-mobil mewah yang tiada lagi menghiraukan kondisi dan keadaan mereka, bahkan dari para wakil rakyat yang belum pernah mewakilkan mereka untuk duduk manis dikantor berAC tanpa semangat kerja.
Bisa jadi perempuan itu telah mendidikku tanpa melahirkanku, bahkan bumi ini adalah ibuku yang telah membiarkan aku berpijak diatasnya tanpa keluh dan jemu atau semua yang ada disekelilingku telah menjadi ibuku yang selalu setia bersama denganku dalam setiap duka dan senangku.
Siapakah Aku ?
Aku belum pernah tahu ibu dan bapak biologisku, aku terlahir dan besar dijalanan ini, digubuk ini, dipersimpangan ini dan saudara-saudariku juga banyak turut memenuhi sesaknya jalan perkotaan.
Setiap anak yang membuka kedua matanya di dunia ini terlahirkan dari rahim ibu, entah ia terlahirkan dengan dibungkus oleh sutra atau terlahir dan ditelantarkan disamping jalan, didepan masjid atau dekat tong sampah.
Sampai sekarang aku mencari bapak ibuku dan terus menelusuri nasab keturunanku, akan tetapi dalam segala kondisi bahwa aku adalah anak bumi ini yang telah membesarkanku dengan segala kedermawanannya.
Dalam segala ketidak tahuanku, akan ibuku, akan bapakku, akan sanak saudaraku, aku harus tetap berdiri berjuang untuk menghidupkan diriku.
Harapanku suatu waktu aku dapat menemukan bapak ibuku, sebagaimana harapanku suatu waktu negaraku memberiku kesempatan belajar sebagaimana anak-anak lainnya dan memberikanku dan anak-anak senasibku perlindungan dan pengakuan bahwa kami adalah termasuk anak-anak negara yang harus diperhatikan, dan dengan pendidikan agar aku dapat mengenal agamaku sehingga dengannya aku dapat berbakti kepada kedua orang tuaku yang belum aku temukan minimal dengan doa karena ia telah penat dan lelah telah mengandung dan melahirkanku, berbakti kepada negaraku yang telah memberikan pijakan kepadaku minimal dengan berprilaku baik dan tidak melakukan tindakan criminal yang dapat merugikan negaraku, berbakti kepada sesamaku yang telah menemani hari-hariku dijalanan minimal dengan memberikan mereka sumbangan semangat bahwa manusia itu sama dihadapan Allah Sang Pencipta dan kepada perempuan yang telah merawatku saat menemukanku semoga ia mendapatkan pahala yang tak terhingga.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---