HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Catatan Abdul Lainnya
Mesin yang melelahkan
17 November 2011 pukul 00:46 WIB
Jengis Khan dan elang
16 November 2011 pukul 22:23 WIB
Berjuang dengan kesederhanaan
15 November 2011 pukul 20:04 WIB
Air mata anak
14 November 2011 pukul 23:50 WIB
Tahukah apa haji yang sebenarnya !
14 November 2011 pukul 23:38 WIB
Catatan
Jum'at, 18 November 2011 pukul 10:07 WIB
Kemauan

Oleh Abdul Latief Sukyan

Terkadang sebagian kita mengkhayal bahwa permasalahan ini tidak akan diselesaikan, lalu ia tidak menghiraukan, tidak memikirkan, tidak memperhatikan bahkan meninggalkan permasalahan tersebut sehingga yang terjadi kehidupannya dipengaruhi dan diatur oleh permasalahan tersebut. Ada sebagian lainnya terkadang melihat bahwa keluhannya dapat terselesaikan dengan menangis, marah dan berteriak sekuat tenaga, tanpa adanya keyakinan dan ketetapan bahwa masalah ini dapat terselesaikan dengan mudah bila kita mempuyai keinginan, kemauan dan ketelitian, karena tidak adanya keimanan ini bahwa kita sebenarnya mempunyai kemampuan, akan tetapi kemampuan ini terpendam dan tidak digunakan.
Terkadang kita merugi dan kalah disebabkan keyakinan kita yang salah terhadap rincian kehidupan kita yang indah, karena kita belum berusaha dan memaksakan diri kita untuk sedikit berpayah-payah untuk menghadapi permasalahan ini dan mendorongnya menyingkirkan dari jalan kita agar kita mampu melanjutkan perjalanan kita tanpa adanya rintangan sekecil apapun.
Dikisahkan bahwa salah satu penguasa China suatu hari meletakkan sebuah batu besar disalah satu jalan protocol sehingga batu itu menutup jalan tersebut lalu ia memerintahkan seorang penjaga agar mengawasinya dan memberitahukannya tindakan penduduk terhadapnya, orang pertama yang melintasi jalan itu adalah seorang pedagang besar dikota tersebut, ia melihat batu itu dengan rasa marah dan mengkritik peletak batu itu, lalu pedagang ini mengitari batu itu sambil berteriak "saya akan pergi melaporkan masalah ini dan pasti peletak batu ini akan mendapatkan balasan yang setimpal", kemudian ada orang lain melintasi jalan tersebut, ia adalah seorang pekerja bangunan, lalu ia melakukan tindakan seperti yang dilakukan pedagang kaya tadi, hanya saja teriakannya lebih rendah karena ia lebih rendah kedudukannya di negeri itu. Kemudian ada 3 pemuda yang masih mencari jati diri mereka melintasi secara bersamaan jalan tadi dan mereka berdiri disamping batu besar itu dan sambil melecehkan mereka berkata : bahwa peletak batu ini adalah orang bodoh, goblok dan pengacau kemudian mereka berlalu beranjak ke rumah mereka.
Dua hari berlalu, seorang petani biasa yang hidup pas-pasan melihat batu besar itu melintang ditengah jalan, tanpa banyak bicara ia langsung menyingsingkan lengan bajunya berusaha mendorong batu itu sambil berteriak meminta pertolongan orang-orang yang melintasi jalan itu, hingga akhirnya mereka berhasil menyingkirkan batu itu dari jalan tadi. Setelah batu tersingkirkan dari jalan, didapatinya ada sebuah kotak dibawah tanah, didalam kotak ini terdapat satu batang emas dan satu lembar kertas bertuliskan "Dari penguasa negeri ini untuk orang yang menyingkirkan batu ini, ini adalah upah bagi orang positif yang bersegera menyelesaikan masalah dan bukan mengeluhnya".
Pelajaran yang dapat diambil dari kisah diatas, bahwa hendaknya kita mengimani bahwa kehidpan ini penuh dengan masalah dan kesulitan yang terkadang membuat kita lebih kuat bila kita menghadapinya dan terkadang memberikan kita pelajaran yang akan menjadi penunjuk dalam langkah-langkah kita selanjutnya, dengan kemauan dan tekad kita harus percaya bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
Al Mutanabbi menasihati kita dalam sebuah syairnya :
Sebesar kemauan seseorang akan datang beberapa solusi
Dan sebesar kehormatan seseorang akan datang penghormatan
Dimata orang kecil masalah kecil menjadi besar, dan sementara masalah besar dihadapan orang besar adalah kecil

Hendaknya kita jangan menghiraukan ucapan orang lain yang meremehkan kemampuan kita untuk mewujudkan cita-cita kita, karena semua kita mempunyai kemampuan yang sama dalam mewujudkan tujuan kita dan menyelesaikan kesulitan kita.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

fadhil | Mahasiswa
2 kata untuk situs ini, LUAR BIASA!!! Berharap bisa terus memberi manfaat pada para pengunjungnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0593 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels