|
Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
|
|
latape2003@gmail.com |
|
latape2003 |
|
|
la_tape2003 |
|
latape2003 |
|
latape2003@gmail.com |
|
http://twitter.com/latape2003 |





Oleh Abdul Latief Sukyan
Coba Anda bayangkan, saat Anda mengemudi dan Anda menggantungkan tujuan Anda pada GPS untuk tiba disana, ketika Anda sedang mengikuti perintahnya dengan suara dan gambar pada point tertentu, lalu signal terputus dari anda dan alat tadi tidak lagi berfungsi disebabkan hal yang tidak diketahui, lalu apa yang terjadi ? kebingungan, gundah, marah, sumpah serapah dan semua ungkapan kotor dialamatkan kepada penemu alat ini !
Coba bayangkan, bila semua computer dan jaringan internet berhenti selama satu minggu disebabkan oleh hal tidak diketahui, bisakah dibayangkan besarnya bencana yang menimpa manusia ? atau coba bayangkan kalau ia berhenti sampai pada masa yang tidak diketahui, apakah anda akan membayangkan dunia ini akan putus dan mati oleh jeratan alat yang dibuatnya untuk dirinya sendiri ?
Dunia berubah begitu cepat secepat kilat pada tiga puluh tahun belakangan ini. Semua penemuan modern sejak ditemukannya mesin hingga sekarang telah banyak membuat kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan manusia dan sebesar musibah yang menimpa mereka disebabkan oleh penemuan ini juga. Tidak satupun memungkiri pentingnya pesawat dan alat-alat transportasi lainnya, juga pentingnya computer dalam membantu telekomunikasi. Hanya saja mogok satu hari yang diputuskan oleh pilot atau supir sebuah transportasi akan mematikan semua gerakan dunia. Dan andaikata minyak mentah habis dan tidak dapat diproduksi sama sekali, maka ketika itu kehidupan akan terhenti dimulai dari Amerika serikat, Jepang dan melewati negeri kita.
Semuanya akan terhenti, kehidupan akan berhenti sambil menunggu datangnya hari kiamat. Semua produk kemanusiaan dimulai dari pertanian hingga tekhnologi semua terkait dengan minyak. Bahkan minyakpun tergantung kepada computer. Bahkan sekarang alat itu dapat memanage dirinya tanpa butuh intervensi manusia, tetapi sebaliknya sekarang manusia serba tidak mampu menjalankan tugasnya tanpa pertolongan alat itu, mata rantai yang tidak putus-putus.
Bayangkan, siapa yang berani mendaki 50 atau 10 lantai setiap hari bila lift di bangunan tersebut macet disebabkan terhentinya aliran listerik ?
Dulu, manusia terbiasa membangun hidupnya bertopang kepada kemampuan dan kekuatan pribadinya, semua pekerjaannya dilakukan secara manual menggunakan tangan dan tenaga tanpa bantuan alat, walaupun terkadang butuh bantuan peralatan, tentu peralatannya sangat sederhana yang dibuat oleh tangannya sendiri, baik dalam pertanian saat pengairan dan panen. Hanya saja manusia yang diciptakan mempunyai sifat tergesa-gesa, ingin serba cepat, sampai dalam penggunaan transportasi saat bepergian belum puas dengan kendaraan super canggih dan super cepat bahkan melampaui kecepatan suara sekalipun.
Dulu manusia menjadi raja bagi dirinya dan tidak diperbudak oleh alat, ialah yang menguasai kehidupannya. Dan sekarang manusia bekerja dibawah perintah alat yang mengaturnya sebelum ia mampu mengatur alat itu.
Dan manusia masih terus berusaha mencari media yang lebih cepat untuk mengejar waktu. Dan setiap kali ia sampai pada satu titik, maka ia terjatuh kembali dibawah kekuasan alat yang diciptakannya sendiri.
Dan sekarang alat itu mengintervensi semua hal, masa depan, organisasi dan urusan kecil manusia lainnya, dan pada akhirnya tanpa disadari ternyata kehidupan ini semuanya terbelenggu oleh sebuah tut kecil yang tidak melebihi kotak korek.
Dimana akan ditemukan kehidupan yang melegakan ? Semoga ada pada kesederhanaamu dan tanpa harus bermodalkan peralatan mesin.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---