Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Catatan Abdul Lainnya
Tahukah apa haji yang sebenarnya !
14 November 2011 pukul 23:38 WIB
Bagaimana mereka bisa tidur ?
13 November 2011 pukul 22:08 WIB
Doa via operator telepon
11 November 2011 pukul 10:31 WIB
Jamaah haji telah kembali
11 November 2011 pukul 00:52 WIB
Ngengat Kehidupan
4 November 2011 pukul 12:26 WIB
Catatan
Senin, 14 November 2011 pukul 23:50 WIB
Air mata anak

Oleh Abdul Latief Sukyan

Berapa banyak air mata yang bercucuran di dunia dalam satu hari saja, yang kaya dan yang miskin, penduduk utara dan selatan, timur dan barat, berapa banyak anak yang menangis dalam satu hari karena kelaparan, sakit dan kedinginan ? Berapa banyak wanita menghapus air matanya yang meleleh dengan ujung gaunnya ? Berapa banyak lelaki yang tidak mampu menyendiri di kamarnya, pasti ia menangis dengan suara yang dapat mematahkan hati ?


Dunia menangis tapi dalam diam, kita tidak mengetahui kenapa anak kecil menangis di ujung perkampungan pertanian di Asia dan di Afrika bahkan dikampung sebelah kita diujung sawah diatas pematangnya yang menjulur bagaikan ular, sebagaimana kita tidak mengetahui kenapa anak kecil yang tinggal bersama keluarganya diatas digedung mencakar langit menangis, ia menangis disana dekat rembulan, dan sementara banyak lainnya yang menangis didekat kuburan.


Sungai air mata mengalir sejak kisah Qabil dan Habil, sungai ini terus mengalir bagaikan kristal yang panas, air yang murni dan air yang asin tempat para penyair mandi dengan memikul kesedihan, sebagaimana para penyair lainnya mandi dengan membawa kesenangan, sungai tempat bertapa para philosophy, para penghayal dan para perindu kesunyian, sebuah sungai yang melintasi umur manusia berkali-kali, selama tragedy dunia belum berakhir dan selama perang, kelaparan dan wabah penyakit belum mampu dihentikan.


Sebuah sungai yang dipenuhi air mata, sungai yang berbeda warna dari sungai alami akan tetapi ia mempunyai rasa dan bau, bau anak adam akan terus kekal selama manusia terus tersiksa akibat ulahnya sendiri, ketika kemanusiaan sudah terkikis dan dagingnya dimangsa oleh sesamanya dengan taring-taring yang terbuat dari peluru.


Sungai air mata ini tidak akan kering dan tidak akan berkurang selama disampingnya ada sungai lain yang mengalir yaitu sungai merah, sungai darah, dan betapa kejamnya aliran sungai ini.

Siapa sebenarnya yang telah melukis dengan air mata ?

Anak-anaklah yang melukis dengan air mata, mereka mengira bahwa ia adalah air biasa, makhluk mungil ini bermain dengan air tanpa ia mengetahui arti kata perang, seperti anak kecil yang berlari memungut bom dan mempermainkannya ia menyangka bahwa itu adalah bola atau kaleng jajan.


Wahai dunia berhentilah menangis sejenak.

Wahai bumi berhentilah sejenak dari kelaparan, kematian dan bencana, berhentilah berputar sejenak, agar lukisan anak itu lebih indah dan lebih jernih dari mata elang.

Dunia anak, dunia murni yang terkadang terkontaminasi oleh kesibukan orang tua mereka sendiri

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Eko | Karyawan BUMN
Alhamdulillah bisa bergabung lagi setelah 6 bulan aku off. Tulisannya bisa menggugah perasaan kita. Lanjutkan, saudaraku!
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0552 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels