|
HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
|
|
latape2003@gmail.com |
|
latape2003 |
|
|
la_tape2003 |
|
latape2003 |
|
latape2003@gmail.com |
|
http://twitter.com/latape2003 |





Oleh Abdul Latief Sukyan
Bukan sekedar iseng, sebagian orang yang senang membaca dan pemerhati sejarah dan para pelakunya, seperti Hitler, Stalin dan lainnya harian mereka dipenuhi dengan ketegangan dan kegelisahan, bagaimana mereka bisa tidur ? kalau soal makan dan rincian kehidupan lainnya merupakan hal yang biasa.
Bagaimana Fidel Castro bisa tidur ? berapa jam ia tidur ? ia selalu dalam kegelisahan, karena pesawat tempur Amerika tidak saja dapat menghancurkan rumahnya akan tetapi kehidupannya semua, bila ia terlena dalam nyenyak kantuk dan lelapnya tidur lebih dari biasanya.
Bagaimana Saddam Hussein bisa tidur pada akhir hidupnya ? bisakah Muammar Kaddafi dapat rebahan dan menikmati indahnya mimpi dalam tidurnya ? Adakah Soeharto dapat berleha-leha dan terkantuk-kantuk saat mahasiswa setiap hari mendemonya ?
Walaupun hanya sekedar tidur…
Memang, dalam sejarah disana ada ratusan, ribuan dan banyak orang penting yang tidak mengenal nikmatnya kantuk, disebutkan pada sebuah legenda bahwa sebagian mereka untuk memejamkan mata sejenak, mereka harus menyiapkan senjatanya dibawah kasurnya, agar mereka mampu menikmati indahnya makhluk yang bernama tidur, memang ada juga orang yang tidak begitu suka tidur, sebagai contoh ; Mahatma Ghandi yang mampu membebaskan India dari penjajahan Inggris memang sedikit sekali tidurnya seperti disebutkan dalam biographynya.
Che Guevara, seorang anak muda yang telah menjadi symbol kebebasan, apakah ia suka tidur ? dan bagaimana dengan Bernard Law Montgomery mampu nyenyak dalam tidurnya, bila perang menyelimutinya siang malam ?
Walaupun hanya sekedar tidur….
Bila kita mengetahui ; bagaimana orang yang mempunyai kasus besar seperti Nazaruddin atau kasus kecil seperti pencuri sandal di masjid dapat menikmati tidur ?
Disebutkan oleh Ibarahim Al Kuni seorang penulis Libya bahwa kebiasan "biawak" ditinjau dari sisi legenda bahwa ia yang tidak tidur dan tidak makan, sebuah legenda yang mengerikan memang, tapi bila kita paparkan pada kenyataannya sekarang ; apakah yang terjadi ini merupakan legenda atau khayalan diatas kenyataan ? terkadang para penjahat dan para pahlawan duduk bersama dan keduanya tidak kenal tidur !
Alhamdulillah, ternyata tidur merupakan salah satu nikmat Allah yang sangat besar bila kita mau sadar dan mau mensyukurinya.
“Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati”
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---