QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Perkedel Kentang
2 Juni 2013 pukul 21:00 WIB
Kenapa Islam Mundur?
1 Juni 2013 pukul 18:00 WIB
Kesulitan sebagai Penebus Dosa
31 Mei 2013 pukul 22:00 WIB
Wudhu Batin
28 Mei 2013 pukul 22:22 WIB
Pelangi
Pelangi » Risalah

Rabu, 12 Juni 2013 pukul 22:45 WIB

Lembut kepada Sesama Muslim, Tegas terhadap Non-Muslim

Penulis : Redaksi KSC

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang terhadap sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud." (QS. Al-Fath[48] : 29).

Islam memerintahkan manusia untuk berakhlak lembut, ramah, penuh kasih sayang, dan tawadhu kepada keluarga, saudara, teman, sahabat, dan seluruh kaum muslim. Namun, di sisi lain, Islam memerintahkan hambaNya untuk berakhlak tegas dan teguh pendirian. Bahkan, bila perlu, bersikap keras ketika berhubungan dengan musuh-musuh agamanya, seperti orang-orang kafir, munafik, lalim, dan kaum yang arogan.

Adapun mengenai kelembutan bersikap terhadap sesama muslim, itu artinya kita bersikap lembut dengan saudara-saudara kita sesama muslim dan tidak ada kekerasan dengan mereka. Bersikap lembut tidak hanya diperintahkan kepada sesama muslim saja, tetapi semua makhluk Allah lainnya. Sebagai buktinya, Islam menjadikan hubungan manusia dengan binatang sebagai hubungan yang didasari dengan kelembutan dan kasih sayang.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah itu Mahalembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya."

Bersikap lembut cenderung diartikan dengan sebuah sikap yang lemah, dimana sikap ini terkadang mengabaikan amar makruf nahyi mungkar yang membutuhkan ketegasan. Ibnu Sina dalam bukunya "Al- 'Isyaaraat Wat Tanbiihaat", mengatakan bahwa ia tidak akan menjadi pemarah, tidak pula tersinggung, walau melihat kemungkaran sekalipun, karena jiwanya selalu diliputi oleh kasih sayang dan rahmat, karena ia memandang sirrullah (rahasia Allah), terbentang di dalam kudratNya. Bila ia mengajak kebaikan, maka ia mengajaknya dengan penuh kelembutan, tanpa kekerasan, tidak pula dengan kecaman dan ejekan yang dapat melukai hati. Ia akan menjadi pemberani, betapa tidak, kematian baginya adalah menjadi pertemuan dengan Allah, kekasihnya.

Ketegasan dan bersikap keras, tidak bisa dilepaskan dari potensi kemanusiaan seorang manusia. Potensi ini diakomodasi oleh Islam dan dimunculkan untuk mendukung dakwah. Contohnya adalah Umar bin Khattab yang berkarakter seperti ini. Dan sejarah mencatat beliau menjadi salah seorang sahabat dekat Nabi Muhammad SAW serta khalifah yang kedua.

Berkaitan dengan sikap keras (dalam konteks Indonesia bisa berarti ketegasan) dalam bersikap, menurut Khalil Al-Musawi dalam bukunya yang berjudul Bagaimana Menjadi Orang Bijaksana, sikap keras adalah alat yang digunakan untuk menghadapi para penguasa lalim, orang-orang yang sombong, munafik, dan musuh-musuh agama. Di sisi lain dalam ajaran Islam, kita tidak dituntut untuk berlaku lembut bagi para penguasa lalim dan orang-orang kafir yang memusuhi umat Islam. Allah SWT telah menegaskannya dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 73, "Wahai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya."

Sikap tegas dan keras ini, bukan berarti menganiaya mereka, bukan juga hanya terbatas dalam bentuk perang. Keras dan tegas juga dapat tercermin dalam sikap tidak berkompromi bila mengakibatkan terabaikannya prinsip ajaran agama.

Di sisi lain terhadap non-Muslim, Al-Qur'an memerintahkan kita untuk mencari kata sepakat serta bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. Allah SWT tidak melarang kita untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang kafir yang tidak memerangi kita atau mengusir ke luar dari kampung halaman kita. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu berkawan dengan orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim." (QS. Al-Mumthahanah [60] : 8-9).

Wallahu a'lam.

Asep Teja Setia Somantri # Swadaya-022008

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

al falamiy | pengajar
syukran for KSC, banyak ilmu yang dapat diambil dari KSC. teman KSC dari boyolali ada gak ya?
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1447 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels