|
QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
|
|
|
http://arryrahmawan.net |
|
contact@arryrahmawan.net |
|
arry.rahmawan@gmail.com |
|
|
arry_tiui09 |
|
arry.rahmawan@windowslive.com |
|
arry.rahmawan@gmail.com |
|
http://twitter.com/arryrahmawan |





Selasa, 17 Desember 2013 pukul 19:00 WIB
Penulis : Arry Rahmawan
Anda sudah pernah menonton film 3 Idiots? Kalau belum, saya akan menceritakan sedikit review dari film ini. Inti cerita dari film ini adalah menceritakan kisah 3 orang sahabat yang sedang berkuliah di ICE (Imperial College of Engineering), di mana saat itu merupakan institut ilmu teknik yang paling terkemuka. Kisah dimulai saat Rancho, sebagai mahasiswa baru bersama dengan 2 orang sahabatnya membuka pemikiran bahwa sesungguhnya kuliah bukanlah sekedar mencari IPK. Kuliah adalah pemahaman akan ilmu sesuai dengan minat dan potensi. Kampus bukanlah sarana untuk mencetak tenaga-tenaga robot yang dibutuhkan oleh perusahaan. Bukan, tetapi kampus adalah sebuah tempat mulia untuk memberikan pemahaman kepada manusia betapa luasnya lautan ilmu yang dapat diterapkan untuk membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik lagi.
Intinya, film ini menampilkan secara gamblang sebuah paradigma yang memang seharusnya dilihat di dunia pendidikan saat ini. Ketika kampus saling berlomba-lomba untuk mencetak tenaga-tenaga kerja dan berlomba untuk meningkatkan peringkat akademik dan tingkat kompetitif, maka nilai-nilai seperti pemahaman akan ilmu, pembinaan moral, pembinaan keagamaan, soft-skill, kemampuan untuk bersaing juga turut serta harus dikembangkan dalam kurikulum pengajaran.
Seringkali sebuah institusi pendidikan menyamaratakan potensi peserta didik dengan melakukan penilaian apabila sesorang tidak dapat mengikuti dengan baik mata pelajaran tertentu, maka orang tersebut bodoh. Padahal sebenarnya tidak seperti itu, karena sesungguhnya manusia memiliki potensi yang berbeda-beda dan unik. Apa yang ditunjukkan oleh seorang Rancho dalam film 3 idiots ini, sungguh hal yang sangat menarik menurut saya.
Intinya dari saya, walaupun film ini bukanlah film yang sempurna, tetapi banyak sekali nilai-nilai yang mampu membuka paradigma kita sebagai seorang yang pernah mengenyam pendidikan di Indonesia. Sekolah dan kuliah bukan hanya sekedar nilai dan IPK. Tetapi bagaimana cara untuk memahami dan menjadikan diri kita lebih maju untuk dapat memajukan bangsa Indonesia.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.