|
Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
|
|
|
http://samuderaislam.blogspot.com |





Ahad, 20 Oktober 2013 pukul 18:00 WIB
Penulis : Eko Prasetyo
Setelah bertahun-tahun menjadi batman (bekerja pada malam hari), saya kini menjalani hidup normal. Yakni, memulai aktivitas mulai pagi hingga sore hari. Berbeda dengan dulu. Saat itu saya mesti ngantor sore dan pulang dini hari. Jika pagi sampai siang, saya justru istirahat tidur.
Kini semuanya berbeda. Semua begitu segar. Terpapar sinar matahari pagi itu benar-benar ”sesuatu”. Jika malam tiba, saya bisa beristirahat. Tidur normal. Alhamdulillah.
Satu hal yang patut saya syukuri, saya bisa melatih diri salat Tahajud secara disiplin. Sesuatu yang dulu jarang saya lakukan karena terpenjara lelah sepulang kerja pada pagi buta.
Mengapa demikian? Sebab, selain menjalin komunikasi yang baik dengan Allah SWT, salat Tahajud ternyata bikin hati dan jiwa lebih tenang. Stres hilang. Ini tentu saja lantaran kita punya tempat curhat terbaik: Sang Pencipta. Saat sedih, kita bisa mengutarakannya kepada Sang Pemilik Jiwa. Ketika gembira, kita dapat langsung berterima kasih dan bersyukur kepadaNya. Hal inilah yang membuat diri kita terbebas dari rasa gelisah.
Karena saya juga bergelut dengan dunia menulis, seusai Tahajud adalah waktu yang amat pas untuk menuangkan ide-ide ke dalam tulisan. Pada jam-jam segitu, pikiran masih fresh. Suasana pun mendukung. Hening. Tak ada hiruk-pikuk yang sangat mungkin mengganggu konsentrasi saat menulis.
Dari pengalaman pribadi, menulis sekitar pukul dua pagi setelah salat Tahajud hingga menjelang azan subuh itu nikmat. Tiada hambatan berarti. Semua gagasan seakan lancar, tidak macet. Apa yang ada di pikiran dapat langsung dituangkan. Tak jarang, ketika sebenarnya belum ada ide, jika sudah membuka laptop setelah Tahajud, ada saja hal yang ingin diceritakan lewat tulisan. Dan mengalir begitu saja. Apakah ini berkah Tahajud? Entahlah. Silakan buktikan sendiri.
http://samuderaislam.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.