|
QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
|
|
|
http://samuderaislam.blogspot.com |





Senin, 26 Agustus 2013 pukul 20:00 WIB
Penulis : Eko Prasetyo
Waktu itu, saya sedang bersepeda motor di kawasan Sidokare, Sidoarjo. Mau beli batagor di dekat SMAN 2 Sidoarjo.
Setelah mengganyang sebungkus batagor, saya ngacir pulang. Saat berada di area Perum Sidokare, tumben terlihat kemacetan kecil. Ini tak biasa karena ndak ada pasar tiban layaknya kondisi weekend.
Seorang ibu sekitar 45 tahun tampak diklakson berkali-kali. Namun, rautnya tetap tenang. Nggak panik sama sekali. Ia turun dari motor matiknya.
Rupanya ada kucing yang berada di dekat motor wanita tersebut. Seolah tak memedulikan pengendara lain yang kian tak sabar, ia memindahkan kucing kecil itu ke tempat yg lebih aman.
Tindakan ibu tersebut menggugah rasa simpati saya. Sebab, tadi malam saya melihat seekor kucing kejet-kejet meregang nyawa di Jalan Ketintang, Surabaya, setelah ditabrak sepeda motor. Pengendaranya kabur begitu saja.
Saya berpikir, entah bagaimana jadinya bila ibu tadi tidak mengamankan kucing kecil tersebut. Mungkin nasibnya bakal seperti kucing yg sekarat di Ketintang itu.
Kejadian ini juga mengingatkan saya pada salah satu kegiatan di TK di dekat rumah saya. Anak-anak TK setempat diajak berkunjung ke sebuah peternakan ayam. Mereka ikut memberi makan dan mendapat penjelasan bahwa binatang pun makhluk ciptaan Tuhan. Hewan yg dekat dengan manusia seperti ayam ataupun kucing juga mesti disayangi.
Pemandangan di Sidokare itu seolah ngudo roso bagi saya. Saya pikir, ibu tadi telah melakukan sebuah tindakan yg layak diganjar surga. Betapa tidak, dalam sebuah kisah, seorang pelacur bisa masuk surga gara-gara memberi minum seekor anjing yg kehausan.
Kalaulah terhadap makhluk lain ciptaan Tuhan seperti hewan dan tumbuhan kita dituntut untul berbuat kebaikan, apalagi terhadap sesama manusia. Bukan begitu?
http://samuderaislam.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.