QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Harta yang Merenggangkan
6 Juni 2013 pukul 20:00 WIB
Do'a Orangtua
31 Mei 2013 pukul 21:30 WIB
Shalat itu Wajib, Kapanpun dan di Manapun
25 Mei 2013 pukul 20:30 WIB
Manisnya Persaudaraan
19 Mei 2013 pukul 09:00 WIB
Belajar dari Singapura
13 Mei 2013 pukul 08:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 12 Juni 2013 pukul 22:00 WIB

Tak Perlu Pintar, yang Penting Loyal dan Mau Belajar

Penulis : Mujahid Alamaya

"Tak perlu pintar, yang penting loyal dan mau belajar," ucap atasan saya ketika kami sedang berbincang mengenai sikap beberapa rekan kerja satu tim yang tidak bekerja dengan optimal dan terkesan asal-asalan. Ucapan atasan saya tersebut hanya berlalu begitu saja, tanpa saya cerna begitu dalam.

Hingga pada suatu waktu, salah seorang anggota tim yang saya pimpin ada yang paling pintar. Ia selalu saya jagokan dan mulai saya bina untuk memegang beberapa pekerjaan penting yang saya tangani. Saya 'transfer' apa yang saya pahami agar ia bisa mengerjakannya. Perlahan, saya ingin menjadikannya sebagai pengganti saya kelak.

Namun apa yang terjadi? Tidak lama kemudian, ia berpaling ke lain hati. Ia pindah ke tim yang lain walaupun masih satu divisi. Kepindahannya ke tim yang lain tidak saya setujui. Namun karena saat itu saya sedang cuti, entah apa yang terjadi, tiba-tiba atasan saya merestui kepindahannya tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan saya.

Saya baru menyadari ucapan atasan saya tersebut. Ternyata, orang pintar yang selalu saya jagokan itu tidak loyal. Ia lebih tertarik pindah tim, karena katanya, posisi di tim tersebut lebih menjanjikan dan lebih bonafid. Saya bandingkan ia dengan anggota tim saya yang lain. Walaupun anggota tim yang lain ada yang tidak menguasai pekerjaan, tapi mereka loyal dengan timnya dan mau belajar dengan bertanya kepada mereka yang lebih menguasai.

Ah, rupanya kepintaran tidak menjamin moralnya baik. Saya jadi ingat dengan sebuah kalimat di media online, "Banyak orang pintar, tapi kurang mempunyai moral. Teramat percuma jika orang pintar, tapi moralnya minim." Ada benarnya juga kalimat tersebut. Pendidikan tinggi, tapi moral rendah. Sama saja dengan pohon yang tinggi, tapi akarnya tidak kuat, sehingga mudah goyah jika diterpa angin yang kencang.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Lina | staff adm
Subhanallah... Ingin sekali bisa bergabung, berbagi cerita, dan bertanya. Artikelnya bagus-bagus.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1260 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels