HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
Alamat Akun
http://arif_wibowo.kotasantri.com
Bergabung
31 Maret 2009 pukul 05:16 WIB
Domisili
Klaten, Cirebon - Jawa Tengah, Jawa Barat
Pekerjaan
Karyawan Swasta
why_klt@yahoo.co.id
http://facebook.com/awwibowo
Tulisan Aw Lainnya
Keinginan dan Batas Waktu
6 November 2012 pukul 09:00 WIB
Sederhana Saja
22 Oktober 2012 pukul 12:00 WIB
Suatu Malam Usai Hujan
2 September 2012 pukul 14:00 WIB
Berandal
22 Juli 2012 pukul 15:00 WIB
Topeng Berdarah
10 Juni 2012 pukul 11:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Senin, 12 November 2012 pukul 11:00 WIB

Berkah

Penulis : Aw Wibowo

"Apakah ada hubungan antara rajin atau malas bekerja dengan imbas anak istri juga keluarga?"

Ada.

Seorang pekerja, dia berangkat seperti biasa, bekerja seperti biasanya, giat malahan, tetapi sewaktu tak ada pengawasan dari atasan, dia memilih bekerja sekedarnya, santai, berpikir, toh mau malas atau rajin gajinya gitu-gitu aja. Sama saja. Mau rajin tak ada tambahan bonus. Tiada juga yang memuji. Mau malas, toh atasan tidak tahu, gajinya tetap utuh tanpa potongan kok. Ngapain repot-repot.

Seorang pegawai, berangkat seperti biasanya, bekerja seperti biasanya, giat malahan, tetapi giliran libur Lebaran, sehari dua hari bolos, alasan mudik jauhlah, macetlah, inilah, itulah. Toh, nanti juga tak ada teguran berarti. Bukankah banyak juga, teman-temannya yang membolos. Jika mereka begitu, kenapa dia tidak?

Seorang pekerja, dia berangkat seperti biasa, bekerja seperti biasa, tetapi astaga, tetapi sebenarnya dia tidak berangkat hari itu. Dia menitip absen ke temannya, tak mengapa, atasan tidak tahu kok. Besok giliran teman tak berangkat, dia yang mengabsen temannya. Kerjasama. Toh, besok-besok gajinya masih utuh. Tak mengapa sesekali, absen keberangkatan itu sangat kecil dibanding keuntungan perusahaan kok, pikirnya.

Seorang pegawai, dia berangkat seperti biasa, bekerja seperti biasa, tetapi astaga, jam-jam kerja dia jalan-jalan di mall bersama teman seprofesinya. Masih berseragam pula. Alasan inilah, itulah, dan sebagainya.

Memang, mereka berangkat kerja, itu benar. Tetapi, sedikit banyak bukankah mereka telah memangkas hak-hak perusahaan atau instansi? Mengkorupsi waktu?

Memang benar, pekerjaan mereka halal. Boleh jadi gaji yang mereka terima utuh, tetapi soal keberkahan siapa yang tahu? Bukankah harta yang dinafkahkan kepada anak istri atau keluarga jika berkah berimbas kebaikan? Begitu juga sebaliknya, bukankah harta yang tidak berkah tentu akan berimbas keburukan?

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aw Wibowo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Anna Fathimah Zakaria | Staf Pengajar
Baru saya sadari, ternyata KotaSantri.com tidak saja memperluas silaturrahim saya dengan teman-teman dari berbagai daerah di seluruh Indonesia (dan mungkin juga luar Indonesia, insya Allah), tapi juga mendidik saya untuk berperilaku lebih baik dan lebih Islami lagi serta mengajarkan saya banyak pengetahuan. Subhanallah...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1065 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels