Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://arif_wibowo.kotasantri.com
Bergabung
31 Maret 2009 pukul 05:16 WIB
Domisili
Klaten, Cirebon - Jawa Tengah, Jawa Barat
Pekerjaan
Karyawan Swasta
why_klt@yahoo.co.id
http://facebook.com/awwibowo
Tulisan Aw Lainnya
Sederhana Saja
22 Oktober 2012 pukul 12:00 WIB
Suatu Malam Usai Hujan
2 September 2012 pukul 14:00 WIB
Berandal
22 Juli 2012 pukul 15:00 WIB
Topeng Berdarah
10 Juni 2012 pukul 11:00 WIB
Si Mulut Api
29 April 2012 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 6 November 2012 pukul 09:00 WIB

Keinginan dan Batas Waktu

Penulis : Aw Wibowo

Seseorang pernah bercerita. Semasa mudanya, seumuran saya, ia mempunyai beberapa keinginan dalam jangka beberapa tahun ke depan. Umur 25 tahun, HARUS menikah. Sebelum kelahiran anak pertama, ia HARUS mempunyai sebuah rumah -entah bagaimana usahanya. Anak pertama masuk SMP, paling tidak rumah yang ia beli (meski dicicil) HARUS sudah direnovasi dan membuatkan garasi- karena beberapa tahun ke depan ia ingin membeli sebuah mobil.

Saya menyimak, apa yang terjadi, kemudian ia menceritakan.

Sewaktu menikah di tahun 1996, ia dan istrinya masih bekerja di sebuah supermarket dengan gaji (seingat saya) saat itu tiga ratus ribu sebulan. Mereka menyewa sebuah kost beberapa kilo dari sana. Berangkat berdua dengan berbonceng sepeda, dan jika beda shift, berarti sang suami harus antar jemput.

Menjelang kelahiran anak pertama tahun 1997, dia akhirnya memberanikan membeli rumah dengan sewa cicilan perbulannya sekitar seratus ribu dalam jangka 15 tahun. Masalah lain muncul, kelahiran anak pertamanya membutuhkan biaya yang cukup besar. Jalan satu-satunya saat itu hanyalah menjual cincin kawin mereka.

Tahun berganti, mereka pindah kerja dengan gaji lebih baik lagi. Sepuluh tahun kemudian sebelum anaknya masuk SMP, ia telah merenovasi rumahnya -meski sederhana. Enam tahun kemudian, sebuah mobil setengah pakai menempati garasi rumahnya. Semua keinginan yang ia rancang tergapai sudah.

Ia menutup ceritanya dengan beberapa pesan.

Setinggi apapun keinginan kamu, sebanyak apapun impian kamu, satu hal yang harus kamu camkan, "Selalu berilah batas waktu keinginan impian itu. Batas waktu akan selalu membuatmu untuk bersegera, merancang dengan baik dan cermat, juga memaksamu berusaha keras meraih keinginan impian itu."

Saya jadi teringat, betapa tinggi dan banyak impian saya yang belum tergapai karena tiada memberi batas waktunya. Dari keinginan kuliah tujuh tahun yang lalu, sampai impian menulis novel dua tahun kemarin.

Mulai saat ini, saya HARUS menentukan keinginan impian itu.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aw Wibowo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Meyla Farid | Guru
Isinya sangat bagus dan bermanfaat. Site favoritku untuk saat ini. :)
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1260 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels