QS. Ali Imran : 3 : "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. "
Alamat Akun
http://abisabila.kotasantri.com
Bergabung
30 Oktober 2009 pukul 19:46 WIB
Domisili
Tangerang - Banten
Pekerjaan
swasta
Seorang pembaca yang sedang belajar menulis.
http://www.abisabila.com
http://facebook.com/abi.sabila
http://twitter.com/AbiSabila
Tulisan Abi Lainnya
Diingat karena Kebaikannya
30 April 2012 pukul 09:15 WIB
Jangan Gelapkan yang Sudah Terang
27 April 2012 pukul 00:20 WIB
Jangan Tutup Pintu (Hatimu)
16 April 2012 pukul 12:00 WIB
*) Syarat dan Ketentuan Berlaku
10 April 2012 pukul 09:00 WIB
Rahasia Rejeki
4 April 2012 pukul 09:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Senin, 7 Mei 2012 pukul 11:30 WIB

Berayah tapi Tak Berbapak

Penulis : Abi Sabila

Satu hari, di dua kota berbeda, dua wanita berhati mulia tak sanggup menahan tetes air mata setelah mendapat kabar dari putri tercintanya.

Wanita pertama adalah seorang ibu yang sudah memasuki usia senja. Yang kedua juga seorang ibu, namun belasan tahun lebih muda dari wanita pertama.

Bukan hanya usia dan tempat tinggal mereka yang beda, tapi makna dari tangisan merekapun jauh berbeda.

Wanita pertama tak sanggup menahan air mata bahagia setelah mendengar kabar dari putri bungsunya. Betapa tidak, setelah hampir sepuluh tahun menunggu, akhirnya ia akan segera menimang cucu. “Subhanallah wal hamdulillah. Terima kasih ya Allah, Engkau telah mengabulkan doa dan harapanku,” bergetar ia mengungkapkan kebahagiaan hatinya.

Berbeda dengan yang dialami wanita kedua. Berita yang sampai kepadanya sama dengan yang diterima oleh wanita pertama, tapi berbeda ceritanya. Air mata tiada henti mengalir dari kedua mata sayunya. Bagaimanalah tidak, ia akan mempunyai seorang cucu dari putri tunggalnya yang belum menikah. “Astaghfirullah! Ampuni anakku, ya Allah. Ampuni dia…,” gemetar ia menahan duka dan laranya. Hancur luluh hati dan juga harapannya.

Meski sang laki-laki bersedia bertanggung jawab, namun bukan sekedar itu yang jadi permasalahan. Meski nantinya mereka menikah, tidak lantas selesai semua persoalan. Bayi itu! Bayi yang tak berdosa itu akan terlahir sebagai anak yang ‘berayah tapi tak berbapak’.

Secara biologis, laki-laki itu memang ayahnya, tapi secara syara’, ia bukan bapaknya. Bayi yang terlahir dari hasil zina tidak mempunyai hubungan nasab, waris, dan nafaqah dengan lelaki yang menyebabkan kelahirannya. Ia hanya mempunyai hubungan itu dengan ibunya dan juga keluarga ibunya.

Dan jika sang bayi nanti lahir berjenis kelamin perempuan, siapa yang akan menjadi wali bila kelak ia menikah? Laki-laki itu tiada sah menjadi wali nikahnya. Bagaimana menjelaskan padanya, mengapa wali hakim yang menikahkan sedangkan sang ayah masih hidup,sehat, dan bahkan dekat di sampingnya? Bagaimana membuat ia mengerti tentang jati dirinya, masa lalu kedua orangtuanya? Haruskah ia berduka di saat yang seharusnya bahagia? Ia memang tak menanggung dosa perbuatan orangtuanya, tapi dia akan merasakan dampak buruk yang ditimbulkannya.

Hanya sebatas itu? Tidak! Kelak bila salah satu dari mereka (anak atau ayah) meninggal dunia, mereka tiada saling mewarisi. Bukan tak mendapatkan harta yang menjadi kekhawatiran, tapi bagaimana bila mereka memakan harta yang bukan menjadi haknya?

Dan bila teringat itu semua, semakin hancur luluh hati dan perasaan wanita ini. Entah berapa kali sudah ia tak sadarkan diri.

***

Wahai diri, pikirlah seribu kali lagi, bahkan lebih dari itu sebelum bertindak. Manusia memang tiada lepas dari salah dan khilaf, tapi jangan jadikan keduanya sebagai alasan dan pembenaran terhadap setiap dosa yang dilakukan. Benar bahwa Allah Maha Pengampun. Sebesar dan sebanyak apapun dosa dilakukan, asal sungguh-sungguh bertaubat, insya Allah akan dimaafkan. Tapi apakah masih ada kesempatan, itu yang harus direnungkan!.

Wahai diri, jagalah diri, hati, dan terutama iman. Jangan tertipu oleh setan yang menjerumuskan manusia dengan mengatasnamakan cinta, keindahan, dan juga kenikmatan. Dari semua yang setan janjikan, tiada satupun mereka propagandakan kecuali agar manusia mau menemaninya di neraka.

Wahai diri, ingatlah tidak semua dosa hanya akan terbalas di akhirat. Jangan jadikan syetan sebagai kawan, jangan dengarkan bujuk rayunya, jangan turuti tipu dayanya, atau akan kau rasakan betapa panas dan pedihnya siksa neraka, yang bahkan bukan tidak mungkin bila sudah harus kau terima 'dp'-nya di dunia.

Ya Allah, bimbinglah aku untuk mendekat pada segala sesuatu yang dapat mendekatkanku kepada-Mu. Dan kuatkanlah aku untuk menjauh dari segala sesuatu yang dapat menjauhkanku dari-Mu.

http://www.abisabila.com

Suka
nurdin sholihin menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Abi Sabila sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Dradjat | Pegawai
KotaSantri.com memang pas menjadi tempat mangkalnya para santri yang ingin mengikuti jejak nabinya. Semoga penulisan-penulisan di KotaSantri.com yang penuh keteledanan dan pelajaran adalah wajah kehidupan santri sebenarnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1311 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels